(kmb)

SINGARAJA (Bisnis Jakarta) – Kementerian Sosial (Kemensos) RI mulai memasok bantuan makanan untuk pengungsi erupsi Gunung Agung. Salah satunya di Kabupaten Buleleng meski daerah paling utara Pulau Bali ini belum menerima pengungsi pascaerupsi freatik. Saking banyaknya logistik, Dinas Sosial (Dinsos) setempat sampai kesulitan tempat untuk menyimpan bantuan tersebut. Sebagian logistik disebutkan telah didistribusikan ke gudang Logistik di kantor BPP Kecamatan Tejakula.

Kepala Seksi (Kasi) Anak dan Lansia Dinas Sosial Buleleng Niken Puji Tri Astuti mengatakan, bantuan dari pemerintah pusat merupakan respons atas permohonan yang disampaikan Dinsos Buleleng beberapa waktu lalu. Ketika status awas di mana glombang pengungsi terus bertambah membuat stok logistik mulai menipis.

Saat itu, Dinsos kemudian melaukan koordinasi ke Kemensos agar diberikan bantuan. Hasilnya, secara bertahap bantuan dipasok ke Buleleng. Saking banyaknya, logistik berupa  bahan makanan itupun ada yang langsung didistribusikan ke gudang logistik di Tejakula. Bantuan itu seperti kecap manis, saos, mie instan, dan biscuit.

Sementara bantuan lain seperti, mesin genset, pompa air, penyaring air, dan tabung elpiji 12 kilogram. “Sebagian sudah kami distribusikan ke Tejakula karena di sana memang pengungsi sejak awas Gunung Agung dan mengantisipasi tambahan pengungsi akibat letusan yang terjadi beberapa hari lalu. Sisanya, untuk sementara kita serta di Tri Yuda Sakti karena kalau disimpan di kantor tidak cukup menampung,” katanya.

Terkait kemungkinan bantuan permakanan kedaluwarsa, relawan dan staf Dinsos telah melakukan pengecekan. Dari pemeriksaan awal, belum ditemukan bahan makanan yang kedaluwarsa dan Dinsos sendiri menjamin tidak ada yang memasuki masa kedaluwarsa. “Kami sudah melakukan pengecekan dengan cermat dan teliti dan masa kedaluwarsanya itu berlaku tahun 2019 hingga 2020,’’ tegasnya. (kmb)