AMLAPURA (Bisnis Jakarta) – Tim Drone (pesawat tanpa awak) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menerbangkan drone untuk memantau kondisi terbaru kawah Gunung Agung, di Lapangan Selat, Kabupaten Karangasem.

“Sejak Kamis (23/11), kami melakukan penerbangan drone untuk memperbarui data visual kondisi kawah Gunung Agung sekaligus mendeteksi kadar gas yang dikeluarkan yang dikeluarkan Gunung Agung,” ujar tenaga ahli PVMBG, Umar Rosadi, di Amlapura, Karangasem, Jumat.

Penerbangan drone tersebut menggunakan pesawat berjenis Ai450 yang juga dilengkapi dengan sensor untuk mengukur kadar gas yang dikeluarkan Gunung Agung. Drone tersebut memiliki ukuran lebih besar dari pesawat jenis Ai300 yang biasa digunakan. Pada drone Ai450 tersebut terpasang sensor multigas yang dapat mendeteksi kadar sulfur dioksida dan kadar hidrogen sulfida yang dikeluarkan gunung Agung setelah mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

“Penerbangan kali ini kami fokuskan untuk mendeteksi kadar sulfur dioksida (SO2) dan hidrogen sulfida (H2S) setelah letusan freatik gunung Agung pada Selasa (21/11),” ujar Umar.

Pada penerbangan tersebut, tim penerbangan drone sempat mengalami kendala yaitu hujan yang turun di sekitar kawasan Gunung Agung sehingga tim harus menunggu hingga hujan reda sebelum dapat melakukan pemantauan menggunakan drone.

Letusan freatik Gunung Agung pada Selasa (21/11) mengeluarkan asap kelabu hingga setinggi 700 meter dan mengakibatkan hujan abu di sejumlah wilayah terdekat di kawasan Gunung Agung.

Pada Kamis (23/11), puluhan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali membagikan masker untuk mengantisipasi dampak hujan abu vulkanik kepada masyarakat di kawasan Pasar Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem.

Dalam kegiatan yang melibatkan anggota Palang Merah Remaja (PMR) tersebut, PMI Bali membagikan sekitar 3.000 masker kepada pedagang yang ada di Pasar Menanga dan para pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut. (grd/ant)