JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Kementerian Sekretariat Negara RI ke Palembang, Sumatera Selatan, dengan memperoleh hasil memuaskan. Kerja keras selama tiga hari, dari Selasa (21/23) hingga Kamis (23/11), berbuah manis.

Dalam perhelatan Humas & Layanan Publik Expo 2017 atau Anugerah Media Humas (AMH) 2017, Stan Kemensetneg terpilih sebagai yang terbaik. Pada malam anugerah di Hotel Novotel pada Kamis mulai pukul 20.00 WIB tampil ke atas panggung untuk menerima Penghargaan Bergengsi tersebut adalah Asisten Deputi Kehumasan Sekretariat Negara RI, Masrokhan Sulaiman. Trofi dan piagam diserahkan dan diterima dengan suka cita. Disambut riuhnya tepuk tangan seluruh peserta pameran yang datang.

Stan Kemensetneg mengangkat tema “Menghadirkan Istana di Palembang”. Sejak dibuka sampai ditutupnya pameran ini Stan Kemensetneg selalu mengisi acara di panggung utama berupa talkshow Road to Asian Games 2018 dengan para nara sumber dari Setneg, PPK Kemayoran dan PPK Gelora Bung Karno.  Talkshow yang digelar Rabu (22/11) mulai pukul 16.00 WIB ini diisi Asisten Deputi Kehumasan Sekretariat Negara RI, Direktur Utama PPK GBK Winarno, dan Direktur Pemberdayaan Kawasan PPK Kemayoran Cecep Ferdy Firdaus Nugraha. Dalam acara ini setiap pembicara menerangkan keunggulan fasilitas yang ada di GBK dan Kemayoran.

Direktur Pemberdayaan Kawasan PPK Kemayoran menjelaskan Kemayoran akan menjadi pusat perhatian dunia, karena hampir seluruh atlet Asian Games 2018 nanti akan berada di Wisma Atlet Kemayoran dan seluruh aktifitas dunia di luar pertandingan akan difasilitasi PPK Kemayoran.

Selain tema Asian Games, juga disampaikan berbagai macam inovasi yang telah dilakukan Setneg. Ternyata, peserta kegiatan ini sangat banyak. Untuk menyegarkan acara, maka panitia mengadakan kuis menarik. Beberapa peserta ternyata telah mengenal PPK Kemayoran dan dapat menjawab pertanyaan dengan benar, sehingga bisa pulang membawa hadiah. Pengunjung tampak begitu antusias dengan layanan yang diberikan dengan ramah. Sampai pameran ditutup pada hari terakhir, Kamis pukul 17.00 WIB, sepertinya mereka belum puas untuk mengetahui lebih banyak lagi informasi dari Kemensetneg.

Mengenai kategori stan terbaik yang diraih Kemensetneg ini membanggakan. Karena banyak stan juga menyajikan keunikan dan kreativitas di antaranya Stan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Keuangan yang juga mendominasi perhargaan di bidang lain di perhelatan ini. Keberhasilan kinerja Setneg, yang tampil bersama Satuan Kerja (Satker)-nya itu memang karena menampilkan informasi secara kreatif dan ikonik. Seperti cara penyampaian informasi berupa games virtual dan games fisik yang bertemakan Asian Games 2018.

Hadirnya Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dalam Veranda Talk juga menjadi salah satu magnet. Hingga membuat pengunjung melimpah-ruah untuk berfoto bersama salah satu pasukan khusus di Indonesia itu. Pada gilirannya ini menjadi poin penting Kemensetneg mendapat penganugerahan gelar bergengsi di event ini.

Pengunjung begitu antusias dengan layanan yang diberikan. Bahkan, Paspampres yang tegas dan cekatan dalam pengamanan RI-1 dan RI-2 melayani permintaan masyarakat dengan ramah dan memberikan senyumannya meski hanya sekadar foto maupun ngobrol.

Di stan ini mereka lengkap dengan ‘pakaian kebesarannya’. Sisi humanis Paspampres terlihat begitu kental dalam melayani masyarakat untuk berfoto ria. Dan, terlihat memang begitu tangguhnya fisik mereka. “Saya harus bisa berenang 1000m dalam waktu maksimal 30 menit,” demikian dikatakan Erfani, selaku atasan mereka dalam wawancara dengan panitia.

Berjaga dalam pameran layaknya menjaga Istana Presiden. Di sela-sela istirahat jaganya, Paspampres ini melakukan kegiatan selingan dengan bermain Virtual Game di booth PPK Kemayoran yang memang menjadi bagian dari booth Kemensetneg.  Salah satu game yang dipilih adalah beradu cepat “Lari Gawang”. Karena memang kemampuan fisik yang terlatih, maka hasilnya bisa ditebak para Paspampres menyabet hadiah-hadiah. Pengunjung pun bergumam, “Pantaslah mereka yang tercepat catatan waktunya, lihatlah fisiknya.”

Ada beberapa pengunjung yang mencoba untuk menyaingi catatan waktu Paspampres. “Sepertinya sulitlah mengalahkan mereka,” ujar Handi yang merupakan salah satu peserta. (grd)