BERI PENJELASAN - AVP Strategic Residential APLN, Agung Wirajaya (kanan) memberi penjelasan pada pameran proyek terbarunya, Podomoro Park, di Central Park Jakarta, Senen (27/11).

JAKARTA (Bisnis Jakarta) –  Setelah resmi membuka Galeri Pemasaran Podomoro Pavilion di Bandung pada 18 November 2017 lalu, hari ini PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) mengadakan pameran proyek terbarunya, Podomoro Park, di Central Park dan Senayan City Jakarta, serta di Trans Studio Mall, Bandung. Acara pameran tersebut berlangsung pada 20 November hingga 3 Desember 2017. Pameran ini bertujuan sebagai ajang perkenalan proyek terbaru berserta konsep hunian alam yang menjadi trademark Podomoro Park. View Gunung Malabar menjadi satu keunggulan pada proyek APL kelima di Bandung ini.

BERI PENJELASAN – AVP Strategic Residential APLN, Agung Wirajaya (tengah) memberi penjelasan kepada media saat pameran proyek terbarunya, Podomoro Park, di Central Park Jakarta, Senen (27/11).

“Dengan adanya pameran ini kami berharap masyarakat maupun calon konsumen yang ingin mengetahui seperti apa proyek Podomoro Park dapat melihat langusng langsung a visionary masterpiece terbaru APLN dan juga konsep kawasan hunian di Buah Batu tersebut,” kata AVP Strategic Residential  APLN, Agung Wirajaya.

Kehadiran pameran ini sekaligus upaya mengkomunikasikan Podomoro Park kepada masyarakat, setelah dilakukan pengenalan secara terbatas pada awal bulan ini. Melalui pameran ini, masyarakat dapat melihat konsep pengembangan kawasan, kualitas proyek, serta keunggulan produk properti di kawasan Bandung Selatan tersebut.

Untuk menjajaki antusiasme masyarakat terhadap proyek terbaru APLN, perusahaan telah melakukan kegiatan tes pasar melalui acara Agent Gathering, VVIP Premiere Showing yang dilanjutkan dengan VVIP Gala Dinner. Dari kegiatan tersebut, sebanyak lebih dari 50 persen dari tiga cluster yang dibuka tahap awal telah memiliki tanda minat. Hal tersebut sebagai bukti ketertarikan masyarakat terhadap Podomoro Park.

VVIP Premiere Showing merupakan salah satu strategi  yang diterapkan APLN untuk melihat sejauh mana pasar meminati Podomoro Park. “Sedangkan penjualan akan dimulai bersamaan dengan peluncuran Podomoro Park yang kami rencanakan berlangsung pada kuartal 1 tahun 2018,” imbuhnya.

Podomoro Park merupakan hunian dengan konsep alam yang dibangun di atas lahan seluas lebih dari 100 hektar. Sebagai komitmen terhadap pelestarian lingkungan, sebanyak hampir 50 persen lahan didedikasikan untuk kawasan terbuka hijau, pedestrian, taman dan danau. Sedangkan untuk menunjang kebutuhan para penghuni, disiapkan lahan seluas 10 hektar sebagai area komersial.

Fasilitas lain yang akan disiapkan adalah jogging track dan club house yang didalamnya terdapat kolam renang, pusat kebugaran, dan ruang serbaguna, termasuk sistem keamanan 24 jam. Poec

ada tahap pengembangan awal, Podomoro Park terdiri dari 3 cluster, yaitu Cluster Amagriya Eka dan Amagriya Dwi dengan ukuran tipe mulai dari 6×15. Serta cluster premium, Anapuri Eka dengan ukuran tipe mulai dari 8×20 meter. Seluruh tipe merupakan rumah dengan 2 lantai.

Terkait target pasar Agung Wirajaya menyatakan lebih ke arah end user. “Orang-orang yang pengen tinggal di proyek ini dan orang bandung diindikasikan banyak yang berminat. Selain itu, target pasar kami orang Jjabodetabek,” tambah Agung Wirajaya. Selain view, lokasi komplek hunian ini juga cukup strategis, yakni sekitar 2 km dari tol Buah Batu dan 8 km dari pusat kota.

Selain hunian, lokasi ini juga akan dilengkapi komersial area yang jadi pendukung penghuni seperti sekolah, klinik, kafe dan lainnya. Untuk tahap 1 akan dibangun sekitar 3 hektar dari 10 hektar yang disiapkan. Total hunian di tahap 1 sekitar 1000 unit. “Harapan kita dalam 2018 500 unit bisa diserap pasar. Launching direncanakan pada maret 2018. Semua banguban 2 lantai dan mulai dibangun pada 2020 serta serah terina di 2021,” tandasnya. (grd)