NEW YORK (Bisnis Jakarta) – Indeks-indeks utama Wall Street berakhir sedikit berubah pada Senin (Selasa pagi WIB), turun moderat dari rekor tertinggi yang dicapai selama sesi tersebut, karena keuntungan Amazon diimbangi kerugian dalam saham-saham perusahaan energi.

Para investor juga mencerna data ekonomi kuat, yang menunjukkan penjualan rumah keluarga tunggal AS secara tak terduga naik pada Oktober ke level tertinggi 10 tahun, di tengah permintaan yang kuat di seluruh negeri.

Prospek penurunan pajak perusahaan, juga telah menguasai para pengamat pasar, yang berharap reformasi semacam itu akan terus mendorong pembentukan rekor-rekor baru di pasar ekuitas.

Presiden Donald Trump memanggil para penulis pajak Partai Republik di Senat ke Gedung Putih mendesak dikeluarkannya rancangan undang-undang pajak, saat Partai Republik bergegas membawa rancangan undang-undang tersebut ke sebuah pemilihan Senat, mungkin segera setelah Kamis (30/11).

“Anda telah mendapatkan latar belakang reformasi pajak yang terus berlanjut,” kata Peter Andersen, kepala investasi Fiduciary Trust Company di Boston.

“Tapi yang mendasari itu, jika Anda mengalihkan pandangan Anda sejenak dan melihat fundamental ekonomi dan ekonomi dunia lainnya, semuanya terlihat sangat positif,” kata Andersen.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 22,79 poin atau 0,1 persen menjadi 23.580,78 poin, indeks S&P 500 ditutup turun tipis satu poin atau 0,04 persen menjadi 2.601,42 poin dan Indeks Komposit Nasdaq berkurang 10,64 poin atau 0,15 persen menjadi berakhir di 6.878,52 poin.

Para investor juga mengamati sidang pada Selasa (28/11) waktu setempat di Komite Senat Perbankan AS, untuk mengkonfirmasi pencalonan Jerome Powell menggantikan Janet Yellen sebagai Ketua Federal Reserve AS.

Saham peritel daring (online) Amazon naik 0,8 persen karena para konsumen mencari promosi daring Cyber Monday menyusul Black Friday memulai musim belanja liburan.

“Ini adalah dua hari terbesar ritel dalam setahun dan tidak mengherankan ritel mendorong pasar ini,” kata Jake Dollarhide, chief executive officer Longbow Asset Management di Tulsa.

Amazon memimpin indeks ritel S&P 500 menguat 0,6 persen. Saham Gap naik 1,2 persen dan pemilik Victoria’s Secret, L Brands, meningkat 4,1 persen. Energi merupakan sektor utama dengan kinerja terburuk, turun 1,0 persen. Minyak mentah AS merosot dari level tertinggi dua tahun, karena prospek pasokan dan ketidakpastian yang lebih tinggi mengenai tekad Rusia untuk bergabung dalam memperpanjang pemangkasan produksi menjelang pertemuan OPEC minggu ini.

Saham perusahaan minyak terkemuka Chevron dan Exxon masing-masing turun 0,8 persen dan 0,4 persen. Saham-saham pembuat chip juga mengalami penurunan. Micron Technology merosot 3,3 persen dan Nvidia tergelincir 1,3 persen, dengan indeks semikonduktor Philadelphia berkurang 2,3 persen.

Penurunan tersebut menyusul kemerosotan 5,0 persen saham Samsung Electronics di perdagangan Asia, setelah Morgan Stanley menurunkan peringkat saham tersebut, dengan alasan kekhawatiran bahwa booming chip memori kemungkinan akan segera mencapai puncaknya.

Saham pembuat hard driv” Western Digital jatuh 6,7 persen setelah penurunan peringkat. Dalam berita merger, Time naik 9,5 persen, setelah perusahaan media Meredith mengatakan akan membeli penerbit majalah tersebut. Saham Meredith melonjak 10,7 persen.

Saham Barracuda Networks melonjak 16,5 persen, setelah perusahaan keamanan data setuju untuk dibeli oleh perusahaan ekuitas swasta Thoma Bravo LLC. Sekitar 5,7 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian 6,4 miliar selama 20 sesi terakhir. (grd/ant)