PERESMIAN - Peresmian Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Anti Pencucian Uang – Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) di Kelurahan Cimpaeun, Tapos, Depok.

(Bisnis Jakarta) – Kondisi geografis Kota Depok yang berdekatan dengan Ibu Kota Jakarta, Diklaim jadi daya tarik tersendiri untuk dijadikan wilayah pembangunan infrastruktur tingkat nasional hingga internasional. Bahkan, saat ini terdapat sejumlah gedung berskala nasional yang telah dibangun oleh Pemerintah Pusat di wilayah Kota Depok.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, salah satu pembangunan nasional yang dilakukan Pemerintah Pusat di Kota Depok terdapatnya tiga gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) nasional. Ketiga Pusdiklat tersebut seperti milik lembaga Sandi Negara yang terdapat di Kelurahan Duren Mekar Kecamatan Bojongsari, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Kelurahan Kedaung Kecamatan Sawangan, serta Pusdiklat Anti Pencucian Uang – Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) di Kelurahan Cimpaeun Kecamatan Tapos.

 “Keberadaan ketiga Pusdiklat tersebut tidak hanya milik lembaga terkait. Namun, kami Pemerintah Kota (Pemkot) Depok beserta masyarakat juga bangga karena Kota Depok menjadi wilayah yang semakin strategis untuk pembangunan nasional,” kata Mohammad Idris saat menghadiri peresmian Pusdiklat Anti Pencucian Uang – Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kamis (30/11).

Dipilihnya Kota Depok sebagai lokasi pembangunan berskala nasional, tidak hanya dikarenakan kondisi geografis depok yang berdekatan dengan Ibu Kota Jakarta. Namun, kultur warga Depok yang beragam dan saling hidup berdampingan dengan damai juga menjadikan Kota Depok sebagai primadona.

Budaya masyarakat di Kota Depok cukup beragam. Sebanyak 37 persen warga Depok merupakan orang Betawi. Sementara itu, 34 persen warga Depok merupakan suku Jawa, sedangkan 20 persen merupakan keturunan Sunda,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ke depannya akan semakin banyak pembangunan gedung bertaraf nasional dan internasional yang akan didirikan di Kota Depok. Salah satunya, dengan akan dibangunnya perguruan tinggi Islam berstandar Internasional.

“Bahkan nanti akan dibangun Universitas Islam Internasional terbesar yang menjadi pusat pembelajaran agama Islam yang mampu meminimalisir paham radikalisme dan kami bangga karena akan dibangun di Kota Depok,” katanya. (jif)