Menteri Kesehatan Nila Moeloek saat meninjau pasien pengungsi Gunung Agung.

YOGYAKARTA (Bisnis Jakarta) – Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyatakan siap menambah tenaga medis untuk penanganan pengungsi erupsi Gunung Agung di Provinsi Bali apabila memang dibutuhkan.

“Kalau diperlukan penambahan tenaga medis, akan ditambah. Sekarang belum ada permintaan masih bisa diatasi, tapi kita ‘standby’,” kata Nila dalam keterangan tertulis yang diterima di Yogyakarta, Kamis.

Kemenkes sudah membentuk satu sistem penanganan kesiapsiagaan kesehatan jauh sebelum erupsi Gunung Agung terjadi. Nila meminta jajaran kesehatan baik di pusat dan di Bali serta pemerintah daerahnya agar saling berkoordinasi membantu para pengungsi terutama soal kesehatannya.

Selain itu, Menkes Nila telah memaparkan pemerintah sudah membangun posko di pengungsian, menyiagakan Puskesmas dan rumah sakit regional di Karang Asem dan Rumah Sakit Sanglah di tingkat provinsi untuk bekerja bersama-sama menangani pengungsi Gunung Agung.

“Kemudian disiagakan pula nomor darurat 119. Itu sejak dari mula Gunung Agung dikabarkan akan meletus, sampai sekarang masih berjalan,” ujar dia.

Laporan dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan menyebutkan data dari Puskemsas bahwa rata-rata ada 10 pasien dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Namun sampai saat ini persoalan kesehatan pengungsi masih teratasi dan dalam batas wajar.

Menkes Nila juga menjamin ketersediaan obat-obatan dan masker. Dia memastikan persediaan tersebut akan dikirimkan kembali apabila benar-benar kekurangan.

Meski begitu, tenaga kesehatan diimbau untuk mengatur pembagian obat karena tidak diketahui sampai kapan bencana erupsi Gunung Agung akan berlangsung. (grd/ant)