TRENGGALEK (Bisnis Jakarta) – Basarnas Pos SAR Trenggalek, Jawa Timur, menggelar operasi pencarian dua dari enam nelayan asal Pacitan yang dilaporkan hilang diterjang badai di perairan Samudera Hindia persis saat badai siklon tropis menerjang kawasan tersebut, Selasa (28/11).

Komandan Basarnas Pos SAR Trenggalek Asnawi Suroso, Sabtu, mengatakan pencarian saat ini difokuskan di sekitar perairan Teluk Popoh dan Prigi karena dua nelayan yang masih hilang terakhir diketahui mencoba berenang ke pulau Solimo.

“Kami sudah melakukan operasi SAR sejak Selasa (28/11) siang hingga sekarang dan hasilnya, empat korban diselamatkan nelayan Sendang Biru dan Popoh. Sedangkan dua lainnya masih kami lakukan pencarian hingga sekarang,” kata Asnawi dikonfirmasi melalui telepon.

Ia mengatakan, Sabtu ini menjadi batas akhir upaya pencarian. Jika hingga sore operasi SAR di Teluk Popoh dan Prigi tidak membuahkan hasil, Basarnas bersama jajaran Polair di pesisir selatan Jatim telah berkoordinasi dengan para nelayan untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban, dalam kondisi hidup maupun mati.

“Pencarian kami fokuskan di sini (Teluk Prigi dan Popoh) karena arus ombak mengarah timur-tenggara. Kami sisir dari posisi terakhir korban mulai berenang menuju beberapa titik hingga radius 20-30 mil laut,” ujarnya.

Dua nelayan yang masih hilang tersebut diidentifikasi bernama Indra alias Solung dan Yudi. Sedangkan empat nelayan yang telah ditemukan bernama Mandela alias Ucok (35), Samsudin, Marwan, dan Anam dengan usia hampir setara, 30-an tahun.

Mereka berenam diketahui sebagai nelayan tradisional yang berangkat melaut dari Pantai Tawang, Kecamatan Ngadirojo pada Senin (27/11) sore menggunakan tiga unit kapal.

Namun nahas, pada kisaran waktu antara Senin (27/11) malam hingga Selasa (28/11) dini hari terjadi badai di tengah laut lepas dampak Siklon Tropis Cempaka yang membuat ombak menggulung besar hingga ketinggian empat meter lebih.

“Pengakuan korban selamat, ombak besar menghempas mereka di tengah laut sehingga membuat kapal terbalik dan sebagian pecah,” kata Asnawi.

Dalam kondisi panik, para nelayan asal Pantai Tawang mencoba menyelamatkan diri dengan berpegangan pada kapal yang sudah terbalik dan pecah.

Mandela alias Ucok dilaporkan terseret hingga perairan lepas radius sekitar 100 mil laut dari Teluk Popoh dan akhirnya diselamatkan Nelayan Sendang Biru, Malang pada Selasa (28/11) siang. Sementara tiga nelayan lain, yakni Samsudin, Marwan dan Amirudin ditemukan keesokan harinya oleh nelayan Prigi dan diselamatkan menuju Pelabuhan Popoh pada Rabu (29/11).

Hanya Indra alias Solung dan Yudi yang saat terombang-ambing di atas puing kapal yang belum ditemukan. Keduanya memilih nekat berenang ke arah Pulau Solimo yang menurut pengakuan Mandela samar mulai terlihat untuk menyelamatkan diri. (grd/ant)