KUPANG (Bisnis Jakarta) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang melaporkan, siklon tropis Dahlia yang terpantau di Samudera Hindia saat ini ikut berdampak ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dampak yang ditimbulkan dari siklon tropis Dahlia ini adalah terjadi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan di NTT serta meningkatkan kecepatan angin, kata Duty Forecaster El Tari Kupang, Maria Seran kepada Antara di Kupang, Sabtu.

“Adanya siklon tropis Dahlia di Samudera Hindia memberikan dampak pada peningkatan angin hingga 46 per km/jam dan gelombang di sejumlah wilayah perairan NTT,” kata Maria Seran.

Menurut dia, potensi gelombang tinggi hingga dua meter di perairan Selatan Kupang-Pulau Rote, Selat Sumba, Laut Sawu dan Laut Timor Selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara gelombang 2,5 meter berpotensi terjadi Selat Sumba dan Laut Sawu.

Khusus wilayah perairan laut Selatan Pulau Sumba dan Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur, potensi gelombang tinggi mencapai tiga meter. Mengenai arah angin, dia mengatakan, umumnya arah angin bertiup dari arah Selatan-Barat dan Barat-Utara dengan kecepatan 1-4 skala Beaufort.

Menurut dia, gelombang maksimum dapat mencapai dua kali lebih tinggi dari yang diprakirakan. Karena itu, dia mengimbau operator pelayaran untuk selalu waspada dalam pelayaran.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merekam adanya bibit siklon tropis 93W dan 97S. Dua bibit siklon tropis selain Dahlia ini terpantau di Laut Andaman dan Samudera Hindia.

“Pada tanggal 1 Desember 2017 pukul 13.00, ada dua bibit siklon yang terekam oleh BMKG,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, di kantor BMKG Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Jumat (1/12).

Bibit siklon tropis 93W terpantau di Laut Andaman atau sebelah Utara Aceh. Bibit siklon 93W itu, kata dia, bergerak ke arah Timur menjauhi Indonesia dan intensitasnya diperkirakan stabil. Dampak dari bibit siklon tropis 93W berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Aceh bagian Utara. Kemudian angin kencang 37 km/jam di Aceh dan Selat Malaka bagian Utara. (grd/ant)