RACIK KOPI - Sejumlah barista meracik kopi pada 'Coffee Fest Toba' 2017 di Dolok Sanggul Sipincur, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Sabtu (2/12). Festival kopi Toba yang diikuti 55 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia itu bertujuan untuk mengenalkan kopi unggulan khas Indonesia.

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Indonesia merupakan salah satu negara yang diakui dunia sebagai penghasil kopi berkarakter kuat. Tidak hanya itu, Indonesia juga menjadi negara produsen kopi terbesar keempat dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Mengingat potensi yang Indonesia miliki, Masyarakat Kopi Indonesia (MKI) yang didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar workshop meracik kopi yang berlangsung mulai tanggal 29 November hingga 2 Desember 2017 di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Kegiatan workshop ini digelar sekaligus menjadi rangkaian dari festival kopi nasional Coffee Fest Toba 2017 (CFT17) yang dihelat oleh Pemda Humbang Hasundutan. Workshop Racik Kopi yang berlangsung di Humbang Hasundutan ini dibuka secara langsung oleh Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor. CFT 2017 ini merupakan kegiatan yang pertama, dan akan diagendakan menjadi acara tahunan resmi dari Kementerian Pariwisata.

“Tujuan dari workshop ini adalah untuk menciptakan barista handal, Meskipun demikian peserta workshop kali ini tak hanya dikkuti oleh para barista saja mrlainkan terbuka untuk seluruh kalangan pecinta kopi, bahkan hingga para petani,” ujar Ketua Masyarakat Kopi Indonesia, Edy Panggabean dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (3/12).

Secara keseluruhan kegiatan ini membahas mengenai kopi dari hulu hingga hilir. Pesan utama dari kegiatan ini adalah ingin menyampaikan kepada para petani adalah untuk mengolah kopi sebaik mungkin agar cita rasa kopi dapat dinikmati dengan baik.

Bekraf sebagai lembaga yang memiliki komitmen tinggi dan fokus pada industri hilir kopi, yaitu kopi sebagai produk yang siap dinikmati konsumen. Oleh karena itu, workshop ini diharapkan dapat memberi nilai tambah serta standarisasi bagi para pelaku kreatif di bidang kopi dalam menyajikannya di kedai – kedai, cafe – cafe dengan brand Indonesia.

Hal ini tentu senada dengan keinginan dan harapan Presiden Jokowi, kedepannya Indonesia diharapkan tidak hanya jual kopi namun juga pasok Barista. (grd)