BANDUNG (Bisnis Jakarta) – Management Student Society (MSS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia menggelar 12th Management e[X]posed Business Plan Competition 2017. Kegiatan ini terdiri atas business plan competition, talkshow, serta marketplace Lapak Loka.

Proses seleksi final kompetisi tersebut telah dilakukan pada 2 Desember 2017 di Universitas Indonesia dengan diikuti oleh 15 finalis dari berbagai universitas. Hasil seleksi final tersebut menempatkan Hi-Team STP NHI Bandung dengan HiCamp-nya dari program studi Manajemen Bisnis Pariwisata (MBW), Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung sebagai Juara 2 kompetisi business plan tersebut dan menyisihkan 13 finalis lainnya.

Proposal bisnis HiCamp dari Hi-Team sendiri merupakan bisnis aplikasi berbasis mobile yang memiliki fungsi sebagai perantara antara pihak yang sudah memiliki pengalaman & perlengkapan hiking dan camping dengan pihak yang membutuhkannya (konsumen). Aplikasi HiCamp hadir untuk memenuhi permintaan pasar terhadap aktivitas hiking & camping di Indonesia yang semakin meningkat, juga untuk menjawab tren perilaku konsumen di Indonesia yang selalu menginginkan proses yang simple, instan, aman & menguntungkan dalam melakukan pembelian produk.

Terdapat 4 fitur utama dalam aplikasi HiCamp, diantaranya HiRent Tools untuk penyewaan peralatan, HiBuy Tools untuk pembelian peralatan, HiNews yang berisi berita seputar hiking & camping, dan HiFriends yang akan menghubungkan konsumen dengan para pelaku hiking & camping yang sudah berpengalaman.

Kemenangan Hi-Team pada kompetisi tersebut, kata Ketua STP NHI Bandung Dr. Anang Sutono, diharapkan dapat menginspirasi khususnya pada mahasiswa program studi MBW lainnya dan umumnya untuk mahasiswa STP NHI Bandung untuk dapat terus berprestasi.

Kemenangan Hi-Team pada kompetisi proposal bisnis itu, kata Anang, diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda untuk berwirausaha, khususnya dibidang pariwisata. “Hal ini sejalan dengan agenda STP NHI Bandung untuk melahirkan lebih banyak entrepreneur muda dalam industri pariwisata,” kata Anang. (son)