JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan suplai arus masuk beras ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta (PIBC) masih aman meskipun sejumlah wilayah terdampak banjir.

Dalam kunjungannya ke PIBC sebagai barometer perberasan nasional, Menteri Amran menyebutkan jumlah beras masuk pada Senin pagi sebanyak 3.493 ton. Jumlah tersebut dinilai aman mengingat normalnya beras masuk hanya 2.500 ton per hari.

“Produksi membaik dan aman, suplai masuk ke Cipinang pukul 07.00 pagi, ada 3.493 ton. Kemungkinan nanti sore bisa 4.000 sampai 5.000 ton. Ini di atas normal,” kata Amran di PIBC Jakarta Timur, Senin.

Amran mengatakan suplai beras yang di atas normal tersebut aman menjelang panen puncak pada Februari 2018.

Selain ketersediaan beras yang aman, Amran juga menyebutkan pemberlakuan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh Kementerian Perdagangan, dinilai berhasil karena masih ada beras medium dengan harga Rp7.800 per kh atau Rp6.240 per liter.

Harga tersebut masih berada di bawah HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp9.450 per kg. Sebelum diberlakukan HET, harga beras medium rata-rata sebesar Rp9.050 per kg.

Amran memaparkan saat ini luas panen khusus Desember adalah 1,1 juta hektare, namun 40 ribu hektare di antaranya terdampak banjir karena cuaca ekstrim. “Kami pantau yang kena dampak dari Januari hingga sekarang 40 ribu ha. Turun 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya 60 sampai 70 ribu ha karena tahun lalu La Nina jauh lebih berat,” kata Amran.

37.000 ton Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan persediaan beras hingga 4 Desember 2017 sekitar 37 ribu ton. Jumlah ini pun juga dinilai aman karena batas stok aman sebanyak 30 ribu ton.

Ia memaparkan masing-masing wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, masih mengirimkan suplai beras ke Cipinang. Bahkan, wilayah Sulawesi juga memiliki stok beras surplus dengan harga yang lebih rendah dari wilayah Jawa yang terdampak bencana banjir.

“Dari Cirebon 19,44 persen, Karawang sebanyak 20,90 persen dan ada bantuan juga dari Bulog 6,7 persen. Tambahan lain saat ini banyak di Sulawesi. Kondisinya sangat baik dan semuanya surplus di sana,” kata Arief.

Kementerian Pertanian memproyeksi produksi saat panen raya Februari 2018 mencapai 11 juta ton gabah. Selain itu, stok beras Bulog per 1 Desember 2017 sebesar 1,13 juta ton. Stok ini cukup aman hingga lima bulan ke depan atau April 2018. (grd/ant)