PACITAN (Bisnis Jakarta) – Badan SAR Nasional bersama lintas fungsi SAR TNI/Polri dan relawan menemukan jasad Yusuf (61), korban terakhir banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Selasa. Basarnas Pos SAR Trenggalek yang memimpin langsung evakuasi di Desa Sidomulyo mengonfirmasi jasad warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung itu berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.10 WIB.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan langsung diserahkan kepada pihak keluarganya,” kata Komandan Tim Operasi Pencarian Korban Banjir dan Tanah Longsor di Pacitan Yoni Fariza K.

Upaya pencarian Yusuf sempat terkendala titik lokasi yang sulit dijangkau. Selain lokasinya yang berada di kemiringan bukit dengan tanjakan terjal, tim SAR gabungan sehari sebelumnya sempat kehabisan air minum.

Pencarian dihentikan sementara, dan baru dilanjut hari ini dari pagi hingga akhirnya Yusuf ditemukan dalam kondisi tewas tertimbun material longsor yang mengubur rumahnya.

“Dengan demikian keseluruhan korban hilang akibat banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pacitan telah berhasil ditemukan seluruhnya,” kata Yoni.

Laman infobencana.pacitankab.go.id menginformasikan bahwa wilayah dengan kerusakan rumah terbanyak berada di Kecamatan Nawangan dengan 196 rumah, Kebonagung 178 rumah, Ngadirojo 101 rumah, Tegalombo 24 rumah, Tulakan 45 rumah, Punung 42 rumah, Donorojo 21 rumah, dan Pringkuku empat rumah.

Selain rumah warga rusak, sepanjang 23.130 meter jalan di Pacitan mengalami kerusakan dari tingkat sedang hingga cukup parah, 820 meter tanggul rusak dan 86 meter jembatan rusak. Sementara jumlah korban tercatat 25 orang, dengan 23 di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian.

“Rekapitulasi jumlah korban banjir dan tanah longsor terdiri atas enam korban banjir, 19 orang korban tanah longsor,” kata Komandan Tanggap Darurat Bencana Alam Pacitan Letkol (Kav) Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang. (grd/ant)