JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan rotasi antarmatra di tubuh TNI untuk menjabat sebagai Panglima sebagaimana pernah dilakukan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono saat menjabat harus dilanjutkan.

“Konvensi ketatanegaraan itu perlu diteruskan, Karena itu, pemilihan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI adalah langkah tepat,” kata Hendardi melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa.

Menurut Hendardi, rotasi antarmatra untuk posisi Panglima TNI telah terbukti mampu menjaga keutuhan TNI pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Di sisi lain, Hendardi menilai dukungan dari kalangan legislatif dan sejumlah elemen masyarakat sipil terhadap Hadi Tjahjanto untuk menjadi calon Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo merupakan pertanda kepercayaan publik kepadanya. “Publik percaya Hadi akan memimpin dengan mewujudkan TNI yang bersih dan profesional,” ujarnya.

Hendardi menilai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memiliki rekam jejak dan prestasi yang baik sehingga tepat untuk menjadi calon Panglima TNI.

Hendardi meyakini calon panglima TNI pilihan Presiden Jokowi itu akan memperoleh persetujuan secara bulat dari DPR karena rekam jejak dan prestasinya yang memadai. “Tidak ada alasan objektif yang kuat bagi DPR untuk tidak menyetujui usulan tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto layak mengisi jabatan Panglima TNI karena memiliki kepemimpinan dan kemampuan yang kuat. “Saya meyakini beliau memiliki kepemimpinan dan kemampuan yang kuat dan bisa membawa TNI ke arah yang lebih profesional sesuai jati dirinya yaitu tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional,” kata Presiden Jokowi, di Bandung, Senin (4/12) seusai meresmikan Jalan Tol Soroja di Gerbang Tol Soreang. (grd/ant)