CHICAGO (Bisnis Jakarta) – Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun ke level terendah empat bulan pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena indeks dolar AS terus menguat. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, turun 12,80 dolar AS atau 1,00 persen, menjadi ditutup pada 1.264,90 dolar AS per ounce.

Ini merupakan penurunan harga logam mulia kedua berturut-turut, setelah Senat AS menyetujui sebuah proposal reformasi pajak selama akhir pekan lalu. Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,34 persen menjadi 93,40 pada pukul 19.16 GMT.

Dolar mencatat kenaikan terhadap pound Inggris dan euro, karena ketidakpastian yang sedang berlangsung seputar kesepakatan Brexit, terutama masalah perbatasan Irlandia. Saham-saham teknologi AS yang melonjak pada sesi pagi, juga diuntungkan dari optimisme seputar rencana reformasi pajak. Indeks Komposit Nasdaq naik 31,50 poin, atau 0,46 persen menjadi 6.806,87 poin pada pukul 18.30 GMT.

Ketika dolar AS menguat dan saham-saham mencatat keuntungan, harga emas biasanya turun, karena dolar AS yang lebih kuat membuat emas kurang menarik bagi investor asing yang menggunakan mata uang lainnya, sementara kenaikan ekuitas menarik para investor ke pasar saham.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 30,5 sen atau 1,86 persen, menjadi ditutup pada 16,068 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari berikutnya, turun 8,5 dolar AS atau 0,92 persen, menjadi menetap di 917,50 dolar AS per ounce. (grd/ant)