BANDA ACEH (Bisnis Jakarta) – Kesebelasan Indonesia dituntut menang melawan Kirgisztan untuk bisa tampil sebagai juara pada turnamen sepak bola internasional Aceh World Solidarity di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Rabu malam.

Pelatih Tim Merah Putih, Luis Milla kepada wartawan Rabu mengatakan para pemainnya berusaha memberikan yang terbaik bagi Indonesia, tetap mempertahankan permainan terbaik seperti pertandingan sebelumnya dan meningkatkan lagi.

Pelatih asal Spanyol ini mengatakan timnya tetap menerapkan pola permainan kolektif dan bermain lebih bagus melawan Kirgizstan. Pertemuan Indonesia dengan Kirgizstan menjadi pertandingan terakhir sistem setengah kompetisi paling menentukan untuk berada di puncak klasemen akhir sekaligus juara turnamen. Pemenang dari laga dua negara ini langsung menjadi juara.

Bagi pasukan Luis Milla pada laga fina” ini hanya satu pilihan harus menang, karena Indonesia memiliki nilai 6 dengan agregat gol memasukan 7 kebobolan 2 runner-up klasemen sementara.

Sedangkan Kirgizstan dengan nilai 6 memiliki agregat gol cukup bagus yakni memasukan 7 dan tanpa kebobolan, sehingga hasil seri saja, tim dari negara Asia Tengah ini sudah menjadi juara.

Menghadapi pertandingan menentukan tersebut, Febri Haryadi dan kawan kawan akan bermain lebih bagus bertanding dengan Kirgizstan. Kemenangan atas Mongolia menjadi modal dan motivasi. Milla menyatakan, Gavin Kwan Adsit gelandang serang, kemungkinan tidak bisa diturunkan melawan Kirgizstan karena cedera saat melawan Mongolia.

Sementara itu, Kirgizstan sebelumnya pun saat tiba di Banda Aceh sudah siap mengalahkan Indonesia dan berusaha meraih yang terbaik dalam kejuaraan ini. Begitupun pelatih Kirgizstan, Rudrenko Igor menyatakan, Indonesia merupakan tim yang solid.

Untuk itulah, sebutnya, Kirgizstan punya strategi tersendiri menghadapi Indonesia dan berusaha secepatnya mencetak gol, sedangkan pola permainan yang diterapkan sesuai situasi di lapangan. (grd/ant)