DEPOK (Bisnis Jakarta) -Terkait kelangkaan gas bersubsidi 3 kilogram, Jelang Natal dan Tahun Baru di beberapa daerah, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bersama Pertamina dan Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) menggelar operasi pasar, Kamis (07/12).

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Disdagin Kota Depok, Anim Mulyana, operasi pasar ditujukan untuk mengantisipasi kelangkaan dengan menyiapkan 14 ribu tabung seharga Rp16 ribu per tabung. Namun, pihaknya  mengatakan operasi pasar hanya diperuntukkan bagi rumah tangga prasejahtera dan usaha mikro. “Harga yang ditawarkan yaitu Rp 16ribu per tabung,” katanya.

Operasi pasar juga dilakukan menyebar di sejumlah titik.  Setiap titiknya bakal disediakan sebanyak 200 tabung. “Hari Senin sampai Rabu lalu, itu juga sama total ada 14 ribu tabung. Setiap titiknya 200 tabung,” ujarnya.

Pihaknya berharap dengan adanya operasi pasar masyarakat prasejahtera bisa memperoleh gas dengan harga murah. Ia juga mengimbau bagi warga mampu secara ekonomi untuk membeli gas nonsubsidi, baik itu 5 kg, 12 kg,  atau bright gas 3 kg. “Gas 3 kg ini diperuntukkan bagi masyarakat prasejahtera dan usaha mikro. Bagi yang mampu, beralihlah ke gas nonsubsidi,” tegasnya. (jif)