JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah me-launching Calendar of Events (CoE) Pariwisata Bengkulu 2018 dilanjutkan dengan acara Malam Pesona Bengkulu yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kemenpar Jakarta, Kamis (7/12).

Malam Pesona Bengkulu dan peluncuran CoE Pariwisata Bengkulu 2018 tersebut sebagai upaya mempromosikan potensi pariwisata serta menarik kunjungan wisatawan ke Bengkulu dan sekaligus guna meningkatkan citra Pemerintah Provinsi Bengkulu yang terus berbenah diri dalam menggiatkan sektor pariwisata sebagai program prioritas dalam Visit 2020 Wonderful Bengkulu.

Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, acara Malam Pesona Bengkulu sekaligus launching Calendar of Events (CoE) Pariwisata Bengkulu 2018 ini bagian dari upaya mempromosikan Bengkulu yang ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata unggulan, “Berbagai usaha promosi terus kita lakukan untuk mengenalkan Provinsi Bengkulu baik di tingkat nasional maupun mancanegara,” kata Rohidin Mersyah.

CoE Pariwisata Bengkulu 2018, kata Rohidin Mersyah, sebagai agenda wisata yang akan digelar sepanjang tahun 2018 terdiri 14 event unggulan (7 event alam; 2 event buatan, 3 event budaya, dan 2 event bahari) diantaranya 3 festival budaya sebagai top3 yaitu; Festival Tabot, Festival Pesisir Pasir Panjang, dan Festival Bumi Raflesia. “Tiga festival ini sebagai top 3 dan menjadi andalan dalam mendatangkan wisatawan. Festival Tabot kami perkirakan dapat mendatangkan 75 ribu wisatawan, sedangkan Festival Pesisir Pasir Panjang dan Festival Bumi Raflesia masing-masing 30 ribu dan 10 ribu wisatawan,” kata Rohidin Mersyah.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi diluncurkannya CoE Pariwisata Bengkulu 2018 yang akan mendukung CoE Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018 dengan menetapkan 100 premier event dalam rangka mencapai target pariwisata 2018 mendatangkan 17 juta wisman dan 270 juta pergerakan wisnus di Tanah Air.

Dari 100 event CoE WI 2018 tersebut, kata Menpar Arief Yahya, diharapkan untuk event tingkat nasional ada yang mewakili dari Provinsi Bengkulu, misalnya, Festival Tabot yang sudah berlangsung lama dan digelar secara rutin setiap tahun di Bengkulu serta banyak mendatangkan wisatawan. “Untuk pemilihan 100 premier event CoE WI 2018 dilakukan oleh tim curator,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengatakan, Bengkulu sejak dikenal dengan flora dan fauna terutama flora endemic bunga Raflesia Arnoldi yang dapat menjadi ikon pariwisata Bengkulu. “Penyelenggaraan festival dalam CoE Pariwisata Bengkulu 2018 ini dalam rangka memperkuat unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) khususnya unsur atraksi,” kata Menpar Arief Yahya seraya mengatakan, dengan penyelenggaraan aktraksi ini akan mendorong meningkatkan aksesibilitas maupun amenitas.
Kunjungan wisatawan ke Provinsi Bengkulu mengalami trend meningkat. Tahun 2016 jumlah kunjungan wisman ke Bengkulu sebanyak 848 wisatawan dan wisnus mencapai 491.993 wisatawan.

Sebanyak 14 event dalam CoE Pariwisata Bengkulu 2018 yakni; Bencoolen Tabut Festival (11-21 September); Festival Bumi Rafflesia (Juli); Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu (November), Mountain Valley (3-9 September 2018), Arung Jeram Sungai Manna ( Agustus), Rally Rakit Tradisional (Juli 2018), Pesona Budaya Bumi Ratu Samban ( Maret 2018), Enggano Fiesta ( Juni 2018), Festival Bukit Barisan (September 2018), Rejang Lebong Trial Adventure ( Maret 2018), Festival Band se- Sumatera ( Juni 2018), Festival Truly Rafflesia (Juli), Bukit Kandis Cross Country Festival (Oktober), dan Karnaval Batik Besurek. (son)