TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Pengembangan Tempat Bacaan Masyarakat (TBM) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai terkendala sarana. Pasalnya selama ini TBM yang digunakan masih merupakan rumah warga yang memiliki kesibukan masing masing. “Kendala di tiap TBM rata-rata soal data-data masalah tempat yang digunakan. Karena, selama ini yang dipakai adalah rumah warga yang dimanfaatkan dan pengurus memiliki kesibukan masing-masing,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangsel, Dadang Rahadja.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Gemar Membaca (Magma) Kota Tangsel Herlina Mustikasari┬ámengatakan, akibat minimnya sarana tersebut, TBM di Tangsel ada yang maju, jalan ditempat dan bahkan ada juga yang mati suri. “Akibatnya tidak sedikit TBM yang tidak beraktifitas,” ujarnya.

Herlina menambahkan, minat baca masyarakat Indonesia nomor tiga dari bawah se-Asia Tenggara. Sedangkan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. “Berdasarkan data dari Perpusnas minat baca masyarakat hanya 25,1 persen,” imbuhnya.

Menurutnya, Magma sendiri dibuka pada tahun 2010 dan semuanya di serambi, ruang tamu, bekas pos kamling atau rumah warga dengan luas ruangan dari 40 sampai 200 meter persegi. “Harapan saya TBM bisa jadi motor penggerak dalam mencerdaskan bangsa,” pungkasnya. (nov)