TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Akses jalan alternatif yang dibuatkan oleh PT. Waskita karya sebagai dampak pembangunan proyek tol serpong-cinere di komplek Griya Azzahra, Jalan Sukamulya, Serua Indah, Ciputat Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menuai masalah baru. Hal ini setelah sejumlah pihak yang mendadak menutup akses jalan tersebut dengan alasan tanah belum dibayar oleh tim pembebasan lahan. “Tanah ini milik oey kim an dan ahli warisnya. Tanah ini dalam proses,” demikian isi tulisan yang tertera di jalan yang baru saja di cor oleh PT. Waskita beberapa hari sebelumnya.

Dari pantauan di lokasi, akses yang dipergunakan oleh warga komplek griya azzahra dan sebagian warga lain yang tinggal dikawasan tersebut kini dipasangi dua tiang bambu berwarna kuning tepat di tengah jalan. Akibatnya warga yang hendak lewat menggunakan kendaraan roda empat tidak bisa. “Jika menggunakan motor masih bisa. Tapi kalau mobil tidak bisa keluar,” ungkap salah seorang warga, Adinda.

Adinda mempertanyakan penutupan akses jalan yang baru rampung sehari tersebut. Pasalnya sebelumnya saat proses pembuatan akses jalan tidak ada satupun pihak yang melakukan aksi protes. “Kini setelah jalan tersebut rampung, kenapa baru protes,? Jika sudah begini kan yang dirugikan kami karena tidak bisa melewati jalanan tersebut,” keluhnya.

Sementara itu, akses jalan yang lama sudah tidak layak lagi dilewati mengingat sudah rusak dan berupa tanah. Jika hujan, maka akan semakin becek dan merusak kendaraan. “Seng yang dipasang didepan pun menutup jalan dari kiri dan kanan. Sehingga tidak aman,” tandasnya.

Menanggapi hal ini pelaksana PT. Waskita dilapangan, Adi mengatakan sudah menerima laporan tersebut dan akan meneruskannya ke pihak pembebasan lahan. “Sudah kami terima dan akan diteruskan ke pihak pembebasan lahan, ” jawabnya melalui pesan singkat. (nov)