DEPOK (Bisnis Jakarta) – Status kasus luar biasa (KLB) penyakit difteri yang ditetapkan Kementrian Kesehatan RI disikapi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) untuk melakukan pencegahan dan menekan penyebaran penyakit tersebut dengan dengan pemberian imunisasi pada anak usia lima tahun keatas dalam waktu dekat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Rani Martina menjelaskan, langkah pencegahan penyakit difteri yang paling utama yakni tindakan imunisasi DPT, DT dan Td. Selain itu, pemberian imunisasi juga tak boleh terlewatkan bagi warga yang memiliki bayi maupun balita, sebab vaksinasi merupakan kewajiban untuk diberikan. “Boster pada anak 18 bulan dan BIAS anak sekolah SD dan SD sederajat .  “Pada anak tidak diimunisasi dan tidak lengkap diimunisasi  memiliki resiko tinggi terkena penyakit Difteri  hingga menyebabkan kematian,” kata Rani Martina.

Sementara ini, Dinkes Depok bersama puskesmas juga akan melakukan sejumlah langkah penanggulangan penyakit difteri. Diantaranya dengan segera melakukan penyidikan epidemiologi, memberikan obat profilaksis pada kasus kontak difteri, meningkatkan cakupan imunisasi termasuk di semua wilayah.

Tak hanya itu, pihaknya akan memantau secara berkala kualitas vaksin dan rantai dingin, serta melalukan sosialisasi ke masyarakat tentang penyakit difteri. Dikatakannya, pentingnya imunisasi juga perlu disosialisaikan agar masyarakat lebih paham dan tidak menolak melakukan vaksinasi. “Difteri adalah penyakit menular yang disebabkan kuman corynebacterium diphteriae yang menyerang infeksi pada faring, laring atau tonsil. Penularannya sendiri dapat melalui percikan ludah dari penderita difteri dan carier difteri,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap, melalui tindakan yang dilakukan, maka kasus difteri dapat ditangani secara maksimal. Dengan begitu, kedepan tidak ditemukan masyarakat yang terkena penyakit difteri di Depok. (jif)