JAKARTA (Bisnis Jakarta) – BTN telah mengucurkan kredit baik berskema konvensional maupun syariah senilai Rp 230,2 triliun untuk merealisasikan KPR bagi 4,1 juta unit rumah. Dari pencapaian tersebut, sebesar 3,08 juta unit atau lebih dari 75 persen diantaranya mengalir dalam bentuk KPR Subsidi. Angka tersebut setara dengan nilai KPR Subsidi sebesar Rp110,45 triliun. Sedangkan sisanya atau sebesar Rp 119,76 triliun didistribusikan dalam bentuk KPR Non-Subsidi. Demikian dikatakan Dirut BTN Maryono pasa HUTke-41 KPR BTN di Jakarta, Selasa (12/12).

Menurut Maryono, saat ini masyarakat yang masih kekurangan rumah mencapai 11,38 juta unit. Untuk itu BTN optimistis hanya dengan sinergi, Program Satu Juta Rumah bisa tercapai dengan bantuan dari Pemerintah pusat dan daerah. Sebab, menurut Maryono, industri properti melibatkan banyak stakeholder, dengan multiplier effect yang tinggi. “Komitmen perbankan, pemerintah pusat maupun daerah perlu disatukan dan diperkuat untuk mengurangi back/og perumahan sebesar 11,38 juta unit,” katanya.

Bertepatan dengan ulang tahun ke-41 KPR, dan untuk memudahakan akses meningkatkan layanan, BTN membuka Plaza KPR dan KPR Hotline. Adapun, Plaza KPR merupakan gerai khusus yang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai KPR, mulai dari syarat dan tata cara mengajukan aplikasi KPR baik secara manual maupun lewat portal.

Sementara KPR Hotline adalah menu khusus di BTN contact center yang dibuka untuk memberikan segala informasi mengenai produk KPR baik subsidi maupun non-subsidi.
“Sebagai wujud peningkatan layanan pelanggan, kami berharap Plaza KPR dan KPR Hotline ini lebih memudahkan nasabah menemukan produk KPR pilihannya,” katanya.

Sebagai kado bagi para nasabah, BTN memberikan bunga KPR Fixed 1 tahun sebesar 4,1 persen Promosi bunga KPR non-subsidi ini berlaku hingga Januari 2018. Lewat program tersebut, BTN berharap bisa mengalirkan KPR sebesar Rp 3 triliun hingga tutup tahun 2017.

Sebagai bank yang fokus pada KPR, BTN tidak sekadar memberikan bunga KPR yang terjangkau namun akses yang lebih mudah dengan produk KPR yang beragam untuk memenuhi kebutuhan rumah seluruh kalangan masyarakat baik berpenghasilan rendah maupun kalangan kelas menengah atas. “Kami membantu pemerintah mewujudkan mimpi seluruh keluarga Indonesia untuk memiliki rumahnya sendiri karena itu komitmen yang kami terus pegang sejak dipercaya Pemerintah mengucurkan KPR Subsidi perdana bagi masyarakat,” kata Maryono.

Selain menggandeng pemerintah pusat dan daerah, BTN juga merangkul mitra swasta, diantaranya Go-Jek Indonesia untuk mempercepat pencapaian Program Satu Juta Rumah. Dalam Parade KPR ini BTN mengajak Go-Jek untuk memfasilitasi mitra drivernya mendapat fasilitas KPR subsidi dari BTN. Setidaknya ada 581 aplikasi KPR subsidi dari para driver Go-jek saat tahap I Go-Jek Serbu BTN dibuka, 397 diantaranya lulus verifikasi dan bisa mendapatkan rumah impiannya. “Nilai KPR-nya hanya Rp 51,6 miliar, namun sangat berarti bagi mereka dan kami bangga bisa membantu keluarga mendapatkan rumahnya dengan skema yang terjangkau,” kata Maryono. (son)