JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) optimis bahwa Bali tetap menjadi destinasi favorit bagi wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan natal dan tahun baru, meski status Gunung Agung belum bisa dikatakan normal. “Yang penting PR (public relation) kita mampu memberikan gambaran yang jelas bahwa Bali aman untuk dikunjungi, dan alternatif untuk menuju Bali bis melalui Lonbok atau Banyuwangi,” papar Ketua GIPI Didien Junaedy saat penyerahan Indonesia Travel and Tourisme Award (ITTA) di Jakarta, Senin (11/12) malam.

Didien memastikan, Kementerian Pariwisata terus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di luar negeri dan dalam negeri untuk menyampaikan informasi terbaru tentang status kegunungapian Gunung Agung, Bali. Hal itu dilakukan agar tak terjadi kesimpangsiuran informasi terkait kondisi Gunung Agung terkini.

Menurut Didien, GIPI sendiri sangat mengapresiasi kegiatan penanganan bencana Gunung Agung oleh pihak-pihak terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD). Ia menyebut pihak Kementerian Pariwisata fokus terhadap penyaluran informasi yang akurat untuk wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

Langkah koordinasi yang dilakukan selama ini, kata Didien, penting untuk membangun image bahwa Bali aman untuk dikunjungi, dan dengan PR yang baik tentu target kunjungan wisman khususnya akan tercapai. “Kalaupun meleset, angkanya tida terlaku jauh karena pada bulan Oktober lalu saja angkanya sudah di atas 13 juta,” kata Didiren.

Sementara Presiden dan CEO Sevenfol Indonesia Arief Gunawan menyayangkan banyaknya berita hoax yang dipantau dan disebarluaskan media asing yang berbasis di negara-negara tetangga mengenai kondisi Gunung Agung yang disebut mereka berbahaya. “Intinya mereka mwnyebarluaskan informasi hoax agar wisatawan beralih mengunjungi negara mereka,” kata Arief.

Dalam situasi sekarang ini, jelas Arief, promosi dan good news menjadi pilihan penting bahwa kita harus menjelaskan yang sebenarnya tentang kondiai terakhir Gunung Agung yang aman untuk dikunungi. “Good news itu sangat penting dalam situasi seperti ini,” pesen Arief.

ITTA yang diselenggarakan untuk yang ke-7 ini merupakan ajang pemberian penghargaan kepada kalangan industri pariwisata. Tahun ini, ada 71 katagori yang dinilai dan pantas mendapat award. (son)