PENGHARGAAN – Jajaran Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor memamerkan piagam dan penghargaan nasional PERPAMSI Award 2017.

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor berhasil meraih penghargaan nasional PERPAMSI Award 2017.  BUMD milik Pemkot Bogor itu masuk sebagai juara diperingkat terbaik kedua dari 410 PDAM yang ada di Indonesia.

Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Senjaya mengatakan, penghargaan ini berhasil diraih jajarannya karena kinerja lembaga BUMD yang dipimpinnya dinilai meningkat, sehingga berkategori sebagai perusahaan daerah yang sehat.  “Parameter yang menjadi bahan penilaian Tim, itu  meliputi jumlah pelanggan, kondisi keuangan, manajemen, maupun sistem administrasi di perusahaa. Sukur alhamdulillah kami PDAM Kota Bogor dinilai cukup berhasil, sehingga layak untuk menerima penghargaan Perpamsi tahun ini,” kata Deni, di kantornya Selasa, (12/12)

Deni menyampaikan, pencapaian kinerja PDAM Bogor ini tentu tidak bisa dilepaskan dari dukungan Pemerintah Kota (Pemkot), DPRD Kota Bogor dan stakeholder, termasuk pelanggannya. “Ini salah satu buah atas kinerja dan produktifitas seluruh pegawai dan karyawan di lingkungan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor,” ujarnya.

Dalam pengembangan usaha dan perbaikan layanan pelanggaan, PDAM Kota Bogor telah melakukan berbagai upaya. Antara lain berupa penambahan kapasitas produksi air dengan mengoptimalkan sumber-sumber air yang ada, memperluas jaringan perpipaan, penggantian jaringan perpipaan yang telah habis usia ekonomisnya, melakukan penanggulangan kebocoran, dan juga mendekatkan pelayanan pembayaran dengan konsumen. “Dalam bidang pelayanan kami saat ini di  PDAM Kota Bogor juga sudah melakukan kejasama dengan sejumlah Bank dan kantor Pos untuk menerima pembayaran pelanggan,” ungkapnya.

Penghargaan tersebut diharapkan makin memacu kinerja PDAM Bogor dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khuusnya yang ada di Kota Bogor. “Kedepan kami akan melakukan invasi dibidang pelayanan ini dengan penyelenggaraan program berbasis teknologi informasi. Salah satu program itu ayakni pengembangan SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) yang terintegrasi GIS (Geographic Information system) yang sekarang ini mulai akan kami lakukan,” jelasnya. (bas)