BERI PENJELASAN - Country Manager PT Red Hat Indonesia, Rully Moulany memberi penjelasan terkait Ansible Otomasi di Jakarta, Kamis (14/12).

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Pertumbuhan digitalisasi layanan memaksa perusahaan-perusahaan untuk berkembang lebih pesat dalam hal infrastrukur maupun service. Tak dipungkiri, layanan yang belum memiliki realibitas tinggi akan jadi keteteran jika tidak segera dibarengi dengan service yang cepat dan tepat. Melihat peluang ini, Red Hat menghadirkan satu solusi, yakni Ansible Otomasi yang bisa meningkatkan produktivitas, lebih realible, dan tata kelola tetap terjaga.

Dalam mengembangkan Ansible otomasi ini, Country Manager PT Red Hat Indonesia, Rully Moulany menyebutkan, pihaknya akan fokus di tiga sektor. “Red Hat Indonesia akan fokus di industri vertical di tiga sektor, yakni financial, telekomunikasi dan public sector,” ujarnya di Jakarta, Kamis (14/12).

Ia menilai perlu edukasi di pasar Indonesia untuk lebih mengenalkan solusi ini. “Indonesia bagi kami hukan hanya pasar, tapi juga sebagai contributor. Karena itulah, kami juga akan bekerja sama dengan industry IT lokal di sini,” tambah Rully.

Salah satu industry digital yang telah menggunakan Ansible Tower, yakni salah satu industri transportasi online, Grab. Saat pesanan transportasi membludak,  sangat memungkinkan terjadinya error baik pada aplikasi maupun server. Untukitu dibutuhkan suatu sistem otomatis yang dapat dengan cermat mengatasi semua masalah tersebut.

Grab adalah salah satu perusahaan yang telah menggunakan otomatisasi sistem untuk menggapai layanan yang stabil dan dapat diandalkan. “Berbekal sistem otomatisasi Ansible Tower dari Red Hat, Grab berhasil mendorong uptime aplikasi dari sebelumnya 87% hingga saat ini telah mencapai 99,99%,” ujar Rully. Grab yang mengadopsi otomatisasi sistem Ansible Tower dari Red Hat saat ini telah melayani 35 juta pelanggan setiap harinya di semua wilayah operasional Grab di seluruh Asia Tenggara.

Ansible Tower dari Red Hat sendiri menjadi solusi otomatisasi sistem yang sangat cocok untuk perusahaan yang sedang   menerapkan digitalisasi layanan, baik perusahaan besar maupun perusahaan startup. Dengan sistem yang tidak lagi dioperasikan secara manual dalam tiap insfrastruktur yang dikelola perusahaan, tentunya kecepatan kerja akan meningkat.

Perusahaan hanya perlu membuat  resep program yang nantinya akan dijalankan oleh sistem secara otomatis. Dengan begitupun resiko human error juga akan semakin minim. Ansible Tower akan menyederhanakan dan mengotomatisasi penyediaan cloud, konfigurasi, penerapan aplikasim orkestrasi antar layanan serta tugas dan proses TI lainnya.

 “Di tahun mendatang persaingan industri di bidang apapun tentunya akan terus meningkat. Bukan lagi siapa yang pertama menciptakan inovasi, tetapi siapa yang mampu memberikan layanan terbaik dan ketersediaan layanan di setiap saat. Untuk itu otomatisasi sistem sangatlah dibutuhkan,” lanjut Rully.

Namun tidak dipungkiri adanya otomatisasi sistem akan berdampak pada pengurangan penyerapan sumber daya manusia. Sehingga SDM harus ditingkatkan kemampuannya, dari pekerja operasional sistem ketingkat yang lebih tinggi.

 “Red Hat Indonesia tidak hanya memberikan solusi berupa instalasi dan pengimplementasi software. Kami juga memberikan solusi pelatihan kepada tenaga-tenaga IT di perusahaan untuk mampu mengelola dan membuat sistem yang nantinya akan dijalankan oleh software otomatisasi. Dengan pengetahuan baru tersebut, mereka juga bisa mengembangkan ide yang dapat ditambahkan kedalam sistem otomatisasi,”tambah Rully.

Ansible Tower sendiri merupakan produk yang ditujukan untuk kalangan enterprise, hasil kurasi dari komunitas programmer di seluruh dunia menggunakan open Source Ansible. Sementara telah banyak perusahaan-perushaan  startup yang menggunakan open source Ansible Core untuk otomatisasi sistem secara homemade. Namun tentunya, Ansible Tower akan lebih dapat diandalakan terutama untuk perusahaan-perusahaan besar, karena memiliki keamanan yang lebih baik serta dapat diandalkan.

Ansible otomasi ini juga bisa dinikmati oleh start up secara gratis. “Namun, untuk kalangan enterprise yang menggunakan Ansible Tower, tentunya ada biaya yang dibutuhkan. Selain software, kami juga akan menyiapkan implementasi dan pelatihan bagi SDM perusahaan tersebut dalam mengimplementasikan Ansible Tower,” tandasnya. (grd)