DEPOK (Bisnis Jakarta) – Kegiatan Pasar Tani yang setiap bulan diadakan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok sangat efektif dan menguntungkan, baik bagi petani maupun konsumen. Dampaknya yang menguntungkan banyak pihak tersebut, diharapkan berlanjut di tahun 2018 mendatang. “Kegiatan Pasar Tani ini sangat menguntungkan kami sebagai petani. Melalui Pasar Tani, kami bisa mempromosikan hasil pertanian untuk langsung dijual ke konsumen. Kami berharap tahun 2018, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ujar Nurjali, anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Sawangan.

Jali, panggilan akrabnya, mengaku dapat meraup omzet sebesar Rp 3-4 juta dari setiap kegiatan Pasar Tani. Adapun beberapa hasil tani yang dijajakan antara lain belimbing, jambu biji, pisang kepok, pisang raja sereh, cempedak dan lain-lain.

 “Karena ini pasar untuk rakyat juga, saya menjual dengan harga yang terjangkau. Untuk pisang kepok misalnya, satu sisirnya saya jual Rp 20-25 ribu, tergantung besar kecilnya. Alhamdulillah, produk ini selalu laris dibeli konsumen,” ucap pria yang tinggal di Kampung Perigi RT 03 RW 08, Kecamatan Sawangan, tersebut.

Senada dengan Juli, Shillawati, warga RT 03/09, Kalimulya, Cilodong mengaku, di Pasar Tani selain produk yang dijual murah, juga telah melalui tahap uji produk yang ketat dari Pemkot Depok sehingga barang yang dijual kualitasnya sudah terjamin.

“Untuk kualitas, sudah pasti lebih baik dari pasar tradisional yang ada. Karena pedagang di Pasar Tani ini ada di bawah naungan DKPPP Kota Depok yang tentunya sudah melalui penyeleksian,” katanya.

Dirinya berharap, Pasar Tani bisa berlanjut di tahun depan. Bahkan, dirinya menginginkan Pasar Tani bisa diadakan tidak hanya sebulan sekali.

“Mudah-mudahan tahun depan Pasar Tani tetap berjalan dan jadi agenda tetap. Untuk waktunya yang tadinya sebulan sekali, saya berharap bisa seminggu sekali,” ungkapnya.

Sementara itu, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Depok mengaku bakal membuat bazar mandiri. Bahkan, dalam kegiatan bazar itu konsumen tidak hanya dikenalkan produk pertanian saja, tetapi juga produk olahan lainnya hasil kreasi Usaha Kecil Menengah (UKM).

 “Kami berencana untuk mengadakan bazar mandiri atau pasar rakyat tetapi bukan untuk petani saja. Melainkan kita akan merangkul UKM, agar kegiatannya lebih semarak lagi. Saat ini sedang kita komunikasikan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok,” ujar Ketua KTNA Kota Depok, Rudi Murodi.

Jika nanti izin sudah di tangan, kata Rudi, pihaknya tidak akan membebankan Pemkot dalam hal pembiayaan. Semua biaya akan ditanggung oleh KTNA Kota Depok. “Kita inginnya setiap pekan kegiatan bazar mandiri diadakan, entah itu di Balai Kota Depok, kantor Kecamatan atau pun lokasi yang ditunjuk Pemkot Depok. Kegiatan ini tanpa dana dari pemerintah, jadi Pemkot hanya sediakan lahan saja, masalah biaya biar KTNA yang memikirkan. Makanya kita sebut bazar mandiri,” jelasnya. (jif)