TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Untuk meminimalisir dampak penularan wabah difteri di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sebanyak 620 petugas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum setempat disuntik vaksin Difteri. Pemberian vaksin yang diakui sudah dilakukan sejak jumat lalu ini dilakukan sebagai penindakan pencegahan virus difteri yang saat ini ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

“Pemberian vaksin difteri ini, sebagai upaya proteksi untuk kesehatan pegawai. Sebab, mereka (pegawai) tidak tahu, apakah pasien memang positif virus difteri atau tidak,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Tangsel Imbar Umar Gazali.

Pelayan  kesehatan dianggap menjadi salah satu lapisan penting yang harus divaksin. Apalagi pekerjaannya yang mengharuskan pegawai bersentuhan langsung dengan pasien menambah kekhawatiran RSU.

Menurutnya, selain menjangkiti anak-anak virus difteri ini juga bisa  menjangkit di tubuh orang diwasa juga. Karena itu penting bagi staf RSU untuk melakukan vaksin. “Walaupun program prioritas untuk usia satu tahun hingga 19 tahun. Orang dewasa juga bisa ikut untuk menjaga dari penularan,” imbuhnya.

Menurut Imbar, tak hanya tim medis, RSUD Tangsel juga melakukan vaksin kepada anak-anak yang datang berobat. “Jadi setiap anak yang berobat, kami tanya apa sudah divaksin. Kalau belum, kita vaksin. Dengan syarat mereka ini sedang tidak demam,” ktanya.

Sebagaimana diketahui, Vaksinasi difteri sendiri yang menjadi program nasional ini akan dilakukan selama tiga kloter. Yaitu pada bulan Desember, Januari dan terakhir di Bulan Juli 2018. Upaya imunisasi terus dilakukan agar virus tersebut tidak semakin berkembang. (nov)