DENPASAR (Bisnis Jakarta) – Palang Merah Indonesia Provinsi Bali, menyiapkan 948 kantong darah dari berbagai macam golongan untuk membantu kebutuhan warga terdampak erupsi Gunung Agung yang menjalani rawat inap (pasien) di rumah sakit milik pemerintah daerah dan swasta.

“Sampai saat ini stok darah di PMI masih aman, karena rata-rata PMI menyiapkan 45.000 stok darah per tahun untuk berbagai golongan,” kata Ketua PMI Provinsi Bali, I Gusti Bagus Alit Putra, di Denpasar.

Jumlah 948 kantong darah berbagai golongan ini disiapkan di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bali hingga Senin (18/12) yakni golongan darah A sebanyak 271 kantong, Golongan darah B (215 kantong), golongan darah AB (141 kantong) dan golongan darah O (321 kantong).

Selain itu, PMI juga memiliki donor darah sukarela (DDS) yang sewaktu-waktu siap untuk dipanggil melakukan donor. “Untuk DDS ini kebanyakan warga asing atau relawan yang memiliki golongan darah langka,” katanya.

PMI juga memiliki unit-unit untuk menyiapkan darah pada masing-masing kabupaten/kota yang bertugas melaporkan kepada PMI Bali bila membutuhkan darah untuk para pasien yang dirujuk ke rumah sakit daerah lainnya akibat terdampak erupsi Gunung Agung.

“PMI Bali memiliki pusat untuk Unit Transfusi Darah yang setiap harinya mengelola darah agar aman diberikan kepada pasien yang membutuhkan dan melakukan pendistribusian darah berbagai golongan ke kabupaten/kota,” katanya.

Ia mengharapkan, apabila ada perusahaan atau masyarakat yang ingin menggelar donor darah secara massal agar tidak berbarengan pada bulan yang sama. “Hal ini dilakukan guna membantu PMI dalam menjaga ketersediaan stok darah,” ujarnya.

Setiap orang yang ingin melakukan kegiatan donor darah secara rutin, akan memegang satu kartu anggota yang nantinya setiap melakukan donor darah secara sukarela maka akan tercatat dengan lengkap.

PMI juga telah melakukan rekapitulasi pada beberapa masyarakat yang melakukan donor darah sukarela hingga 100 kali dan PMI juga memberikan penghargaan kepada relawan tersebut. (grd/ant)