Singkawang Prioritaskan Pembangunan Bandara

PONTIANAK (Bisnis Jakarta) – Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan pada masa kepemimpinannya hingga lima tahun ke depan akan memprioritaskan pembangunan bandara sekaligus pembenahan bidang pariwisata di kota itu.

“Bandara, paling telat di bulan Mei 2018 sudah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan. Ini menjadi salah stau program prioritas kita, karena bandara memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan suatu daerah,” kata Tjhai Chui Mie di Singkawang, Selasa (19/12).

Untuk menopang perekonomian di kota itu, pihaknya juga akan memaksimalkan sektor wisata yang ada, dimana salah satunya dengan membangun lokasi-lokasi wisata baru.

“Untuk menunjang pariwisata dibangun taman gayung bersambut yang terletak di depan Kantor Wali Kota Singkawang. Sehingga di bulan Januari nanti kita sudah mulai membangun taman kota ini,” katanya.

Menurutnya, pembangunan taman gayung bersambut sama sekali tidak menggunakan APBD Kota Singkawang. Namun, menggunakan dana pihak ketiga, yang sudah digandeng oleh pihaknya. Di samping cerita pembangunan, dia bersama Irwan juga tentunya tidak akan mengesampingan visi misi yang lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, dan sebagainya.

Sehingga apa yang menjadi visi dan misi Tjhai Chui Mie dan Irwan bisa terakomodir menjadi program dan berjalan pada tahun 2018. Secara garis besar, kata Tjhai Chui Mie, selain apa yang telah menjadi visi dan misi program Chair, dan hasil dialog bersama dengan warga saat kampanye tentu menjadi prioritas. “Yang jelas program yang pro rakyat akan dilanjutkan,” tegasnya.

Bahkan, dia juga memberikan gambaran bahwa tahun 2018 mendatang untuk memperhatikan sektor-sektor penting dalam menopang kehidupan masyarakat seperti infrastuktur, kesehatan dan pendidikan, serta bidang-bidang lainnya.

Di bidang infrastuktur, akan diprioritaskan pembangunan irigasi untuk petani, drainase, hingga normalisasi sungai. Dalam bidang kesehatan, Tjhai Chui Mie menginginkan seluruh warga yang tidak mampu dapat terakomodir dalam program layanan kesehatan yang diberi nama Kartu Singkawang Sehat (KSS).

“Artinya mereka yang tidak masuk dalam program Kartu Indonesia Sehat (KIS) akan diakomodir dalam KSS ini dan kita ingin pelayanan KSS ini sama dan cepat. Makanya nanti kita akan melakukan pendatan ulang siapa yang berhak masuk program KSS dan tentunya sekali lagi saya tekankan penerima KSS ini disesuaikan dengan anggaran APBD yang ada,” jelasnya. (grd/ant)