DEPOK (Bisnis Jakarta) – Matinya puluhan hewan unggas secara mendadak di Kelurahan Pasir Putih Sawangan, disikapi serius oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Terkait hal itu, Pemkot Depok melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, mengaku mengirimkan petugas untuk mengambil sampel untuk diuji di laboratorium.

“Kami telah mendatangi dan mengambil sampel swab atau ulas trachea dan sampel kepala ayam yang mati. Nantinya sampel dikirim ke laboratorium di Jakarta untuk peneguhan diagnosa,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Depok, Dede Zuraida di Balai Kota, Rabu (20/12).

Dia menambahkan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya telah melaksanakan penanganan sementara dengan memisahkan hewan yang sehat. Sementara untuk hewan yang sakit dan hewan yang mati untuk dikubur. Pihaknya juga telah meminta kepada pemilik hewan ternak untuk tidak memasok hewan baru atau menjual hewan untuk sementara waktu sampai hasil uji laboratorium keluar.

 “Hasil lab memang belum keluar dan belum bisa dipastikan, namun untuk mengantisipasi adanya penyakit flu burung, kami minta pemilik untuk menggunakan perlengkapan perlindungan diri dan menyediakan sepatu khusus untuk di dalam kandang. Selain itu, pemilik juga harus memperhatian peralatan maupun perlengakapan yang sudah digunakan untuk dibersihkan secara benar,” jelas Dede.

Diketahui, kematian massal terhadap hewan unggas terjadi di RT 03/10, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Sebanyak 35 hewan unggas di antaranya terdiri dari 8 ekor ayam bangkok, 21 ekor ayam kampung dan 6 ekor bebek yang mati telah dikubur. Sedangkan sampel dari hewan yang mati tersebut, hingga saat ini masih diuji petugas laboratorium. (jif)