DEPOK (Bisnis Jakarta) – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kota Depok akan menambah pasokan sebanyak 149.720 tabung gas. Tambahan pasokan gas ini guna mengantisipasi lonjakan permintaan LPG 3 kg yang diprediksi meningkat saat Natal dan Tahun Baru mendatang.

“Untuk kebutuhan stok LPG 3 kg, Pertamina telah mempersiapkan fakultatif selama 3 hari kerja. Mulai tanggal 20 dan 25 Desember tambahan sebanyak 100 persen atau 58.920 tabung pada masing-masing tanggal tersebut, sedangkan tanggal 29 Desember tambahan 50 persen atau sebanyak 31.880 tabung,” ujar Ketua Hiswana Migas Kota Depok, M Athar Susanto, Kamis (21/12).

Kebutuhan akan LPG 3 kg di Kota Depok mencapai angka 54.807 ribu tabung per hari. Untuk tetap memenuhi permintaan pasokan gas melon tersebut, agen gas dan pangkalan yang ada akan tetap beroperasi saat Natal dan Tahun Baru.

“Dari 25 agen dan 540 pangkalan yang ada di 63 kelurahan akan tetap beroperasi,” katanya.

Pihaknya berharap dengan pasokan yang cukup masyarakat tidak khawatir, terlebih membeli LPG secara berlebihan. Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat mampu untuk tidak membeli gas subsidi 3 kg.

“Jangan panik dan normal saja dalam membeli gas. Kami juga berharap kepada yang mampu agar tidak membeli LPG ukuran 3 kg, karena pihak Pertamina sudah menyediakan tabung yang 12 kg dan 5,5 kg dengan merk Bright Gas,” tandasnya.

Sementara itu, terkait pengawasan Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Dwi Rahma mengaku telah melakukan sidak ke warung-warung  guna mencegah adanya penjualan gas subsidi 3 kg. Sebab gas ‘melon’ hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin yang berpenghasilan Rp1,5 juta per bulan. “Tadi kita melakukan sidak ke warung-warung di Perumahan Bella Casa di Kecamatan Pancoran Mas, ternyata masih ada yang menjual gas bersubsidi. Tapi, kita sudah mengimbau kepada pedagang untuk tidak lagi menjual gas bersubsidi,” tegasnya. (jif)