TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Potensi pariwisata yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai sangat mendukung untuk dijadikan Kota Sepeda. Pasalnya tidak sedikit komunitas sepeda dari wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang kerap menggelar kegiatan di Kota Tangsel. “Kolaborasi antara pariwisata dengan kegiatan bersepeda bisa menjadi kombinasi yang pas. Ini dapat memajukan potensi pariwisata di Kota Tangerang Selatan dan akan menjadi rule model bagi daerah lain,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel, Muhammad.

Pihaknya mengapresiasi pencanangan Tangsel sebagai Kota Sepeda. Kota sepeda ini akan menjadi ikon yang pertama di Indonesia. Untuk mendorong hal tersebut dibutuhkan peran aktif komunitas sepeda yang ada di Kota Tangsel. “Ini bisa memajukan potensi pariwisata di Kota Tangsel. Diharapkan juga atlet sepeda asal Kota Tangsel dapat berprestasi di kancah nasional maupun internasional,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) Kota Tangsel Dudung E. Diredja mencatat di Kota Tangsel terdapat sekitar 5.000 goweser dari berbagai komunitas sepeda. Ribuan goweser ini bisa mendorong pencanangan Kota Tangsel sebagai Kota Sepeda. “Di beberapa kota besar di Indonesia hanya ada julukan kota sebagai ramah bersepeda dan hari bersepeda. Tetapi belum ada kota atau kabupaten di Indonesia yang dicanangkan sebagai Kota Sepeda. Dan mudah-mudahan baru kota Tangsel yang melakukan hal tersebut,” ucapnya.

Dudung menjelaskan, Kota Tangsel bisa dikatakan gudangnya wisata sepeda. Sebab, tidak sedikit di Kota Tangsel terdapat Jalur Pipa Gas (JPG) dan Bintaro Loop yang sudah menjadi ikon nasional. Selain itu, mayoritas masyarakat di Tangsel telah menjadikan kegiatan bersepeda bagian dari gaya hidup. “Terdapat 40 lebih komunitas sepeda dari berbagai genre ada di Tangsel,” pungkasnya. (nov)