BEKASI (Bisnis Jakarta) – Aku Anak Indonesia Hebat (AAIH) merupakan program bela negara yang diselenggarakan oleh Yayasan Agung Podomoro Land, bekerja sama dengan Formula Bisnis Indonesia (FBI) dan SociopreneurID. Program AAIH yang diikuti lebih dari 150 anak-anak dan orang tua murid Sekolah Tunas Alam Mulia (TPA Bantar Gebang) ini berlangsung di Bekasi, 18-21 Desember lalu.

Program bela negara ini dilatarbelakangi oleh adanya enam ancaman global yang terdiri dari populasi penduduk Indonesia, krisis energi dan cadangan minyak dunia menipis, krisis air dan pangan, terorisme, penyalahgunaan narkoba, dan persaingan ekonomi global. AIHH bertujuan dalam rangka membangun ekosistem pengembangan manusia Indonesia yang seutuhnya sebagai solusi akan ancaman tersebut.

Terdapat empat proses transformasi yang mendukung program bela negara. Dimulai dari pengajaran kunci sukses dan potensi Indonesia, perubahan paradigma, pengenalan ancaman global dan pendampingan masyarakat sebagai wiraswasta dan professional.

Beberapa kegiatan di AAIH ini meliputi menuliskan cita-cita, pembuatan karya seni daur ulang, menyusun kancing menjadi gambar (mengolah barang biasa menjadi barang yang memiliki nilai seni), membuat dan menuliskan peta harapan (berisikan harapan anak-anak untuk Indonesia), merangkai gelang persahabatan (membuat gelang simbol pertemanan), membuat mural, berkunjung ke Taman Mekar Sari, serta unjuk talenta (paduan suara dan tarian tradisional) pada akhir rangkaian acara.
“Melalui rangkaian aktivitas kreatif ini, anak-anak didorong untuk mampu memecahkan persoalan (problem solving), bekerja dalam kelompok (teamwork), mengambil keputusan (decision making), berkomunikasi (communication), memupuk percaya diri (self esteem) dan tentunya cinta tanah air (nasionalism). Diharapkan dengan program ini, anak-anak akan menjadi generasi penerus bangsa yang kreatif, solutif, dan inovatif serta bermanfaat bagi masyarakat, nusa dan bangsa”, tutur Dessy Aliandrina, Executive Director PT. Sociopreneur Hub Indonesia.

Tidak hanya mengedukasi anak-anak melalui serangkaian aktivitas dan permainan edukatif, orang tua murid juga terlibat dalam pendampingan mengenai program bela negara. Orang tua murid distimulasi melalui serangkaian pemahaman mengenai pentingnya bela negara, ancaman apa saja yang secara langsung dapat memengaruhi kehidupan masyarakat Bantar Gebang, dan perubahan pola pikir.

Mereka juga diajak untuk belajar menjadi pribadi yang memiliki pemikiran terbuka, agar mampu berkembang dan bersaing dengan situasi dan kondisi Indonesia pada saat ini. “Selama kurang lebih 4 hari anak-anak di Sekolah Alam Tunas Mulia mendapatkan pengalaman belajar yang baru, wawasan tentang Indonesia serta pengalaman yang menyenangkan bersama kakak-kakak mahasiswa, semua ini diharapkan dapat memberikan semangat dan inspirasi agar mau belajar dengan lebih baik yang tentunya akan berkontribusi kepada negara kita tercinta Indonesia,” ungkap Gendro Salim Master Trainer PT Formula Bisnis Indonesia.

AAIH ditutup dengan penampilan talent show oleh anak-anak Sekolah Tunas Mulia dan paduan suara orang tua murid. Acara dihadiri oleh Jenderal Purnawirawan Ryamizard Ryacudu sebagai Menteri Pertahanan dan Cosmas Batubara selaku Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Tbk.
“Kami menyadari bahwa anak-anak merupakan kunci utama pembangunan suatu bangsa. Penanaman pondasi kebangsaan yang kuat sejak dini pada anak-anak akan menjadikan mereka sebagai individu yang tangguh, penguat keluarga dan berkepribadian nasionalis, terutama dalam menghadapi berbagai kendala dan ancaman di masa mendatang. Hal ini sejalan dengan salah satu misi Yayasan Agung Podomoro Land yaitu mewujudkan masyarakat sejahtera secara individu melalui karya dan nyata yang inovatif dan berkelanjutan,” ujar Cosmas Batubara. (son)