LONDON (Bisnis Jakarta) – Chelsea tidak menemukan celah pada lini pertahanan Everton ketika sang juara bertahan Liga Inggris dipaksa bermain imbang 0-0 di Goodison Park pada Sabtu. Pasukan Antonio Conte, yang tidak diperkuat pencetak gol terbanyak Alvaro Morata karena sedang menjalani skors, memainkan sebagian besar pertandingan di area pertahanan Everton dan mencatatkan 25 tembakan ke gawang berbanding lima tembakan ke gawang milik tuan rumah, namun peluang terbaik yang mereka miliki adalah ketika bola sundulan bek tuan rumah Ashley Williams mengenai tiang gawangnya sendiri saat berusaha menyapu umpan silang.

Everton kini tidak terkalahkan dalam lima pertandingan di bawah manajer baru Sam Allardyce, yang membawa klub Merseyside itu ke peringkat kesembilan setelah pada awal musim sempat terlihat akan terjebak di zona degradasi.

“Apa yang didapat dengan kerja keras tentu saja tepat. Perihal upaya, komitmen, organisasi, kami bermain melawan lima pemain depan berbakat dan memiliki sedikit keberuntungan, namun bekerja keras untuk mendapatkan hasil,” kata Allardyce kepada Sky Sports.

“Hal ini mempertahankan laju tidak terkalahkan tetap terjaga, dan Anda harus menghargai satu poin dari tim-tim besar.” Hasil imbang ini membuat Chelsea berada di peringkat ketiga setelah 19 pertandingan dengan 39 poin, tertinggal dua poin dari Manchester United dan tertinggal 13 poin dari pemuncak klasemen Manchester City, yang baru akan bermain pada Sabtu malam.

“Menurut saya, kami mendominasi permainan dan memiliki banyak peluang untuk mencetak gol. Menurut saya ini hasil yang tidak adil. Everton layak mendapatkan hormat namun kami layak untuk menang,” kata manajer Chelsea Antonio Conte.

“Mungkin (kiper Everton) Jordan Pickford merupakan pemain terbaik untuk mereka. Merupakan hal normal untuk kehilangan poin dengan penampilan buruk namun tidak hari ini. Kami memerlukan sedikit keberuntungan.” Everton berada di bawah tekanan dari awal sampai akhir pertandingan namun mampu bertahan dengan disiplin nyata — jauh dari yang mereka lakukan pada awal musim ini ketika mereka kemasukan gol demi gol dengan mudah.

Kapten Phil Jagielka menjadi puncak penyelamatan mereka, melakukan sapuan di garis gawang untuk menggagalkan Tiemoue Bakayoko dan Willian dalam rentang waktu yang singkat pada babak pertama.

Pickford menepis upaya Pedro ke atas mistar gawang sedangkan peluang terbaik Everton di babak pertama terjadi ketika Dominic Calvert-Klein mencuri bola dari Andreas Christensen di dekat garis tepi lapangan namun rekan-rekan setimnya berada di posisi yang lebih baik, ia justru mencoba memaksimalkan kesempatan itu seorang diri.

Pickford melakukan penyelamatan-penyelamatan bagus untuk menggagalkan upaya Eden Hazard dan Pedro setelah turun minum, sedangkan Antonio Ruediger gagal menyambar peluang lain ketika Chelsea menggempur gawang lawan.

Bahkan ketika Pickford telah ditaklukkan, mistar gawang menjadi penyelamatnya untuk menggagalkan sundulan rekan setimnya Williams. Meski menjalani seluruh pertandingan tanpa memaksa kiper Thibaut Courtois melakukan penyelamatan, Everton semestinya mampu meraih kemenangan pada menit ke-91 ketika Michael Keane lolos dari pengawalnya pada situasi tendangan sudut namun tandulannya melambung ke atas mistar gawang. (grd/ant)