SP PLN Klarifikasi Batalnya Ceramah Ustadz Abdul Somad

JAKARTA (Bisnis Jakarta)  – Ustadz Abdul Somad batal memberikan ceramah tabliq akbar di Masjid Nurul Falah PLN Disjaya di Gambir. Di salah satu media on line DPD SP PLN Distribusi Jakarta Raya, member penjelasan terkait pembatalan itu. Terkait hal tersebut, Ketua Departemen Humas SP PLN Parsahatan Siregar merasa perlu memberikan klarifikasi.

Penjelasan DPD SP PLN Disjaya tersebut dinilai merupakan penjelasan versi panitia acara yang oleh manajemen PLN Disjaya meminta kepada DPD SP PLN untuk menulis kronologis yang disampaikan panitia. Karena pada paginya DPD SP PLN Disjaya telah menyampaikan kegundahan pembatalan tersebut karena disinyalir dan diduga merupakan instruksi dari PLN Pusat.

Permintaan ini disampaikan manajemen PLN Disjaya pada saat pengurus DPD SP PLN Disjaya dipanggil manajemen pada sore harinya setelah permasalahan pembatalan ceramah ustadz Abdul Somad viral dan menjadi perbincangan oleh publik.

“Berkenaan dengan kronologis versi panitia yang disampaikan DPD SP PLN Disjaya  yang diupload oleh pihak yang tak bertanggung jawab tersebut, kami humas DPP SP PLN menyatakan keberatan, karena penjelasan versi panitia melalui DPD SP PLN Disjaya tersebut bukan untuk konsumsi dijadikan berita di media massa nasional,” cetus Parsahatan Siregar.

DPP SP PLN, tambahnya sangat mendukung terselenggaranya ceramah Ustadz Abdul Somad tersebut di lingkungan pegawai PLN karena sesuai temanya sangat cocok untuk membangkitkan semangat ukhuwah dan sebagai perekat umat dalam memajukan bangsa Indonesia.

“DPP SP PLN sekali lagi menyatakan sangat menyesali pembatalan ceramah Ustadz Abdul Somad secara tiba-tiba dengan alasan yang tidak dapat diterima, yang diduga dilakukan dan diintervensi oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Oleh sebab itu DPP SP PLN meminta kepada institusi lembaga negara seperti DPR RI untuk melakukan penelusuran dan investigasi terhadap pihak-pihak tersebut dan memberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya. Sehingga di kemudian hari tidak terjadi lagi,” tambahnya. (grd)