AMLAPURA (Bisnis Jakarta) – Wakil Presiden Indonesia Muhammad Jusuf Kalla mengaku simpatik dan prihatin melihat kondisi para pengungsi di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pertanian dan Holtikultura, Desa Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, yang kediamannya terdampak erupsi Gunung Agung.

“Saya merasa simpati dan sedih karena, dampak erupsi Gunung Agung membuat anak-anak harus bersekolah di pengungsian, tidur di pengungsian, warga lansia, orang tua juga harus di pengungsian,” ujarnya saat memberikan sambutan di Posko Pengungsian setempat, Sabtu.

Orang nomor dua di Indonesia ini juga meyakinkan kepada para pengungsi bahwa dibalik musibah erupsi Gunung Agung ini mudah-mudahan ke depannya membawa suasana lebih baik dan pengungsi lebih tabah menjalani cobaan ini. Pihaknya mendoakan semua pengungsi Gunung Agung dapat selesai menghadapi cobaan ini karena rumahnya berada pada radius zona bahaya 8 kilometer dengan perluasan sektoral 10 kilometer dari timur, timur laut, utara, selatan dan barat dari puncak Gunung Agung.

“Saya berharap warga tetap tenang dan khawatir berada di posko pengungsian ini, karena radius zona KRB jauh dari puncak Gunung Agung,” kata Jusuf Kalla disela-sela libur Tahun Baru bersama keluarga di Pulau Dewata itu.

Oleh karena itu, ia mendorong para pengungsi tetap beraktivitas seperti biasa di luar radius KRB ini, seperti anak-anak yang mau bersekolah bisa tetap mengenyam pendidikannya, warga yang berjualan di pengungsian juga dapat terus berekonomi.

“Mudah-mudahan kondisi segera pulih seperti biasa sehingga warga pengungsi bisa kembali ke rumahnya masing-masing,” katanya.

Namun untuk saat ini, warga di posko pengungsian diharapkan bersabar dan semua kebutuhan pelayanan kesehatan, makanan, air, MCK dan ketersediaan listrik akan ditanggung pemerintah.

“Saya berharap, warga yang dahulunya berjualan, bisa terus melakukan usahanya di pengungsian agar tidak kehilangan kebiasaan bekerja. Sekali lagi saya ucapkan simpati dan pemerintah berupaya memulihkan kehidupan masyarakat dan pemerintah siap menjamin hal ini,” katanya.

Wapres Jusuf Kalla juga sempat memberikan semangat kepada salah satu pengungsi bernama Wayan Sudiasih warga asal Dusun Kesimpar, Desa Besakih, Kabupaten Karangasem yang mengungsi bersama keluarganya dan mencari kehidupan di pengungsian dengan cara berjualan makanan dan minuman.

Wayan Sudiasih menuturkan, sempat tidak menyangka kalau Wapres Jusuf Kalla akan datang ke warungnya yang berada di lokasi pengungsian itu.

“Saya sempat ketemu dan bersalaman dengan Bapak Jusuf Kalla,” kata Sudiasih yang mengaku kesehariannya sebagai petani itu.

Saat bertemu Wapres, tutur Sudiasih, sempat ditanya terkait kegiatan apa saja yang dilakukan selama di pengungsian.

“Dahulu kerja jadi apa bu?,” ujar Sudiasih mengulangi kembali pertanyaan Wapres kepada awak media yang mewawancarainya.

Pihaknya mengatakan, tidak nyangka akan bisa bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla disini. “Beliau melihat kondisi warung saya di pengungsian ini,” ujarnya.

Sudiasih mengharapkan, ada tambahan bantuan materi dari pemerintah pusat dan dukungan doa agar musibah ini cepat berlalu. (grd/ant)