KUR Produksi 2017 Capai 44 Persen

JAKARTA  (Bisnis Jakarta) -Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan realisasi kredit usaha rakyat (KUR) untuk sektor produksi pada 2017 sudah mencapai 44 persen.

“Dari kewajiban 40 persen ke sektor produksi, realisasi November 2017 sudah mencapai 44 persen,” kata Iskandar di Jakarta, Kamis (4/1).

Pencapaian penyaluran KUR untuk sektor produksi ini meningkat dari realisasi pada tahun 2016 sebesar 33 persen. Dari sektor produksi tersebut, penyaluran KUR untuk sektor pertanian meningkat dari 17,4 persen pada tahun 2016 menjadi 24 persen pada tahun 2017 diikuti sektor perikanan dari 1,2 persen menjadi 1,6 persen.

Penyaluran KUR untuk sektor pengolahan meningkat dari 4,1 persen menjadi 5,9 persen dan sektor jasa dari 11 persen ke 12,5 persen. “Hanya KUR untuk sektor perdagangan yang menurun realisasinya dari 66,3 persen pada tahun 2016 menjadi 56 persen pada tahun 2017,” ujarnya.

Dengan pencapaian ini, dia merasa optimistis target penyaluran KUR untuk sektor produksi sebanyak 50 persen dapat tercapai. “Sektor produksi ini bermanfaat untuk melahirkan jasa baru dan meningkatkan supply, berbeda dengan sektor perdagangan,” kata Iskandar.

Hingga akhir November 2017, realisasi KUR telah mencapai Rp95,6 triliun atau 89,6 persen dari target Rp106 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) hanya sebesar 0,22 persen.

Penyaluran KUR tertinggi dilakukan oleh BRI sebanyak Rp69 triliun atau 96,2 persen, diikuti Bank Mandiri Rp13,3 triliun atau 102,5 persen, BNI Rp9,7 triliun atau 80,9 persen, serta BPD Rp1,6 triliun atau 31,2 persen. Kinerja penyaluran yang dilakukan Bank Umum Swasta juga telah mencapai Rp1,3 triliun atau sekitar 24,9 persen.

Iskandar mengharapkan realisasi penyaluran kredit untuk pelaku usaha kecil ini di akhir 2017 bisa di atas Rp100 triliun. Sementara itu, dari pagu total KUR pada tahun 2018 sebesar Rp120 triliun, saat ini plafon yang baru disetujui baru sebesar Rp116,6 triliun.

Besaran suku bunga KUR pada tahun 2018 menjadi 7 persen per tahun, atau menurun dari suku bunga KUR pada tahun 2017 sebesar 9 persen per tahun. (grd/ant)