DEPOK (Bisnis Jakarta) – Keberadaan Perpustakaan Umum Kota Depok dinilai sebagai Perpustakaan dengan memiliki dampak terbaik bagi warga di tingkat ASEAN. Hal ini diungkapkan Pustakawan Perpustakaan Nasional Irhamni Ali berdasarkan hasil project International Networking of Emerging Library Innovators (INELI) untuk negara-negara ASEAN.

Perpustakaan Umum Kota Depok yang  mewakili Indonesia dinilai oleh peserta ASEAN paling baik kedua. Perpustakaan Umum Kota Depok berhasil menyisihkan perpustakaan umum tingkat kota seperti di negara seperti Myanmar, Kamboja, Laos, hingga Timor Leste.

“Dalam project ini Depok meraih terbaik kedua, dari hasil ini nanti akan dipresentasikan dalam pertemuan INELI tingkat dunia, bahwa seluruh peserta INELI yang dipilih mewakili kawasan regional dikumpulkan di Seattle, Amerika Serikat. Insya Allah saya akan mewakili regional ASEAN dengan membawa Perpustakaan Umum Kota Depok,” ujar Irhamni Ali, ditemui di Perpustakaan Umum Kota Depok.

Lebih dalam dirinya menambahkan, hasil ini didapat karena Perpustakaan Umum Kota Depok sudah maju dalam hal teknologi, infrastruktur, bahkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Menurutnya, program perpustakaan keliling yang dilakukan pun sangat memberikan dampak pada masyarakat Depok, baik secara umum maupun komunitas.

“Dalam hal ini perpustakaan keliling telah berhasil melakukan mobilizing knowledge pada masyarakat, ke depan perpustakaan bukan hanya berfungsi menyimpan knowledge saja. Tapi, harus lebih interaktif sehingga tidak monoton, seperti adakan storytelling, demo masak dengan literatur dari buku resep,” katanya.

Dirinya juga menilai keberadaan Perpustakaan Umum Depok sebagai pelengkap pendidikan. Hal ini karena banyak pelajaran tidak didapatkan pelajar di sekolah, namun didapatkan di perpustakaan. “Secara keseluruhan sudah sangat bagus, spesifik pengetahuan lokal Depok sudah ada di Depok Corner, tapi harus lebih diperkaya lagi koleksinya,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok, Siti Chaerijah mengatakan, masukan yang diberikan dari penelitian INELI ini akan menjadi sumbangsih positif bagi kemajuan Perpustakaan Umum Kota Depok. Ke depan dirinya akan menambah sasaran perpustakaan ini tidak hanya berorientasi pada pelajar saja, tapi lebih luas ke masyarakat umum. “Nantinya sasaran atau dampak keberadaaan perpustakaan akan semakin dirasakan lagi,” tukasnya.

Pihaknya juga berjanji akan berkolaborasi dengan setiap kegiatan yang ada di masyarakat untuk sama-sama bergerak menjadikan perpustakaan sebagai sumber pengetahuan.”Termasuk perpustakaan dijadikan pusat kegiatan selama ini atau long live education, tentunya akan lebih interaktif lagi dalam pelaksanaannya,” ungkapnya. (jif)