BOGOR (Bisnis Jakarta) – Universitas Sultan Zainal Abidin (USZA), Malaysia sepakat menandatangani Nota kesepahaman kerjasama Memorandum of Understanding(MoU) dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), dalam bidang pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Penandatanganan nota kesepahaman antara kedua lembaga perguruan tinggi tersebut dilakukan langsung oleh Rektor IPB, Dr. Arif Satria. Sedangkan dari pihak Universitas Sultan Zainal Abidin, dilakukan Wakil Rektor Universitas Sultan Zainal Abidin, Prof. Dato’ Dr. Ahmad Zubaidi Bin A. Latif, di ruang Sidang Rektor Kampus IPB Dramaga, Bogor. Jum’at, (05/01).
Rektor IPB Dr. Arif Satria dalam keterangannya menyampaikan, fokus dalam kerja sama antara IPB dan USZA ini adalah bidang pendidikan sebagai wujud dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan tinggi untuk meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) dibidang keilmuan dalam membangun kedua bangsa.
“Saya menyambut baik kerja sama ini. Apalagi sekarang ini jumlah mahasiswa Malaysia yang kuliah di IPB sebnayak 150 orang dan ini merupakan yang terbanyak dibanding mahasiswa asing lainnya yang ada di IPB,” ungkapnya.
IPB dikatakan telah mengukir berbagai prestasi membanggakan pada tahun 2017, di antaranya lembaga pemeringkatan internasional QS mengumumkan bahwa IPB menjadi salah satu dari 100 Perguruan Tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking by Subject yaitu Agriculture and Forestry. Pada pemeringkatan tersebut IPB berada di posisi ke-61 di antara perguruan tinggi terbaik dunia. IPB juga mencapai peringkat ke-3 setelah ITB dan UGM dalam klusterisasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia yang diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.
“Yang membanggakan IPB mendapat Anugerah Widyapadhi peringkat 1 nasional dari Kemenristekdikti sebagai penghargaan atas upaya IPB mengembangkan dan mengkomersialisasi inovasi,” ujarnya.
Dr. Arif menambahkan, kerja sama ini tentu dapat dikembangkan dengan menciptakan kegiatan summer course untuk membuka pengetahuan dari negara-negara internasional, seperti Malaysia. Harapannya melalui summer course tersebut akan menjadi inisiator bagi negara lain untuk melaksanakan summer course, sehingga  akan terjalin kerja sama yang erat antar negara.
Wakil Rektor Universitas Sultan Zainal Abidin, Prof. Dato’ Dr. Ahmad Zubaidi Bin A. Latif menyampaikan, harapan besar dari kerja sama ini. Pasalnya, ini merupakan sebuah terobosan yang prospektif karena relevan dengan kebutuhan negara, khususnya kebutuhan akan sumberdaya manusia (SDM) yang profesional di bidang pendidikan.
“Kami juga sangat menyambut baik dengan akan diadakannya kegiatan summer course. Ini sangat membuka wawasan dan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa kami,” ujar Prof. Ahmad. (bas)