TANGERANG (Bisnis Jakarta) – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia menggandeng maskapai penerbangan yang tergabung dalam Indonesia National Air Carriers Association (INACA) untuk meningkatkan layanan navigasi penerbangan. Sinergi satu-satunya penyedia layanan navigasi penerbangan di ruang udara Indonesia dengan konsumen utamanya ini dilakukan melalui survei dan observasi kedua belah pihak untuk menentukan service level agreement (SLA) terhadap jasa layanan navigasi penerbangan.

Kepala Divisi Perencanaan Strategi Keuangan dan Investasi Perusahaan AirNav Indonesia, Kristanto, saat menerima kunjungan observasi tim INACA di Kantor Cabang Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) di Tangerang, Sabtu (6/1) mengatakan, tujuan SLA adalah untuk menetapkan dan menilai skor pelayanan navigasi penerbangan terhadap para pengguna jasa. “Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah dalam dunia penerbangan di Indonesia, karena pertama kalinya penyedia layanan navigasi penerbangan menggandeng INACA sebagai asosiasi perusahaan penerbangan indonesia untuk sama-sama menentukan skor layanan navigasi penerbangan yang diinginkan oleh maskapai yang merupakan konsumen utama kami,” ungkapnya.

Dalam rangka menetapkan SLA, AirNav Indonesia dan INACA melakukan survei kepuasan jasa layanan navigasi penerbangan yang terbagi ke dalam dua tahap. “Tahap pertama, kami akan melakukan survei kepada para pilot di 10 Bandara dengan metode sampling yang melibatkan total ratusan pilot dari maskapai penerbangan yang terbang ke Indonesia baik domestik maupun internasional. Tahap kedua tim INACA akan melakukan observasi ke 10 Cabang AirNav Indonesia untuk meninjau langsung fasilitas dan layanan navigasi penerbangan,” terang Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Didiet K. S. Radityo.

Dijelaskan oleh Didiet, kesepuluh lokasi yang akan dikunjungi selain Kantor Cabang JATSC di Bandara Soekarno-Hatta antara lain adalah Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Surabaya, Sentani, Semarang, Wamena, Sorong, Silangit, Labuan Bajo dan Kupang. Pada kesepuluh bandara tersebut, pilot on duty yang mendarat di lokasi tersebut akan disurvei mengenai kualitas layanan navigasi penerbangan seperti kualitas komunikasi penerbangan, informasi penerbangan, informasi cuaca, prosedur layanan navigasi penerbangan dan kualitas personel navigasi penerbangan yang memberikan layanan tersebut. Sedangkan observasi yang dilakukan oleh tim INACA dan AirNav Indonesia meliputi peninjauan kompetensi personel navigasi penerbangan, APP room, ACC room (khusus JATSC dan MATSC), briefing office, ruang administrasi dan keuangan, keamanan lingkungan kerja, fasilitas komunikasi, fasilitas navigasi penerbangan, fasilitas otomasi dan fasilitas surveillance.

“Kami menargetkan kegiatan ini dapat selesai pada Januari dan hasilnya kemudian diterbitkan service level agreement untuk layanan navigasi penerbangan pada Februari mendatang. Hasil dari SLA akan menjadi tolok ukur AirNav Indonesia dan INACA mengenai kualitas jasa layanan navigasi penerbangan. Bagi kami hal ini tentu sangat penting, karena melalui sinergi ini peningkatan keselamatan dan efisiensi penerbangan di ruang udara Indonesia dapat terus ditingkatkan,” pungkas Didiet. (son)