JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB)-KUMKM menargetkan penyaluran dana bergulir sebesar Rp 1,2 triliun yang akan dialokasikan dengan pola konvensional sebesar Rp 750 miliar dan pola syariah sebesar Rp 450 miliar. Dari target tersebut, direncanakan pembagian berdasarkan jenisnya yaitu sebesar Rp 480 miliar kepada Koperasi Simpan Pinjam, sebesar Rp 120 miliar kepada Koperasi sektor Riil, sebesar Rp 240 miliar kepada LKB/LKBB, dan sebesar Rp 360 miliar kepada UMKM yang termasuk di dalamnya Rp 100 miliar untuk wirausaha pemula.

Dirut LPDB-KUMKM Braman Setyo saat paparan kinerja 2017 di Jakarta, Rabu (10/1) mengatakan, tahun lalu realisasi penyaluran mencapai 79,40 persen dari target sebesar Rp 1 triliun atau sebesar Rp 793,9 miliar. Berdasarkan data hingga akhir tahun lalu, kata Bram, tercatat dari realisasi proses penyaluran dengan rincian yaitu komite menunggu MKP terbit sebesar Rp 12,76 miliar, MKP dan SP3 terbit sebesar Rp 48 miliar, mitra keberatan Rp 35,96 miliar, telah akad menunggu cair Rp 489,4 miliar dan yang telah dicairkan Rp 207,82 miliar.

Sepanjang tahun lalu, kata Bram, LPDB-KUMKM berhasil menyalurkan pinjaman atau pembiayaan kepada Koperasi dan UMKM sebesar Rp 8.492.527.171.061 yang diberikan kepada 1.014.078 pelaku Usaha Mikro dan Kecil. “Berdasarkan analisa yang kami lalukan, dari penyaluran tersebut berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 1.847.787 orang,” kata Bram.

Menyinggung realisasi pendapatan, Bram mengungkapkan, LPDB-KUMKM berhasil membukukan pendapatan sebesar RP 200.807.012.921 atau sebesar 122,74 persen dari target yang diamanatkan sebesar Rp 163.606.000.000. Pendapatan tersebar diperoleh dari pendapatan jasa layanan dana bergulir sebesar Rp 128,79 miliar atau 64,14 persen, pendapatan jasa layanan perbankan Rp 71,92 miliar atau 35,82 persen, dan sisanya pendapatan lain sebesar Rp 93 juta.

Paradigma Baru
Braman Setyo menambahkan, LPDB-KUMKM menggulirkan pradigma baru dengan tujuan memperbaiki layanan pengelolaan dana bergulir. Salah satu kunci tujuan pradigma baru tersebut adalah Trisukses yakni sukses penyaluran, sukses pemanfaatan, dan sukses pengembalian.

Untuk mewujudkan Trisukses tersebut, Bram mengatakan, LPDB-KUMKM akan bertransformasi menjadi sebuah lembaga pembiayaan yang inklusif dan berbasis teknologi. Inklusif, kata dia, berarti membuka akses dan layanan informasi Koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia dengan standar mutu pelayanan yang berkualitas, cepat, murah dan berbasis teknologi informasi.

Bram menambahkan, LPDB-KUMKM terbuka dalam menjalin kerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM seluruh Indonesia, lembaga pemerintah lainnya, perusahaan penjaminan, asosiasi, dan perusahaan Financial Technology (Fintech) dalam membuka akses dan layanan sumber pembiayaan Koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia.persen

Terkait reformasi birokrasi, Bram mengatakan, LPDB-KUMKM membentuk tim khusus dalam rangka mewujudkan implementasi paradigma baru guna meningkatkan standar mutu pelayanan dengan melakukan beberapa perbaikan, diantaranya perbaikan SOP, perbaikan infrastruktur layanan, perbaikan infrastruktur IT, dan perbaikan SDM. (son)