TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Program pembangunan Smart Village atau Desa Cerdas yang dilakukan Pergerakan Indonesia Maju (PIM) salah satunya dapat ditemukan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yakni di Jalan Menjangan raya nomor 56, Pondok Ranji, Ciputat Timur. Desa cerdas yang sudah berdiri sejak satu tahun lalu tepatnya pada Januari tahun 2017 tersebut, menjadi salah satu contoh program pemerintah dalam membantu percepatan pembangunan desa tertinggal di Indonesia.

Kini smart village itu menjadi salah satu tempat bagi warga Tangsel yang ingin mengejar paket A B dan C untuk jenjang SD sampai dengan SMA tanpa harus mengeluarkan biaya,” ungkap Camat Ciputat Timur, Durahman.

Kegiatan belajar mengajar dilakukan setiap Sabtu untuk jenjang SD, SMP sedangkan untuk SMA itu jadwalnya hari Minggu. Namun untuk akhir-akhir ini mereka sedang libur karena mengikuti sekolah formal biasa.

Adapun para tenaga pengajar disini diakui Durahman merupakan orang-orang yang berkompeten di bidangnya, karena walaupun pendidikan non formal tetap saja harus yang layak pengajarnya.

“Tetapi sekarang semua guru baik yang mengajar SD, SMP bahkan SMA tidak ada bedanya rata-rata semua itu sudah S1 semuanya karena terkait tunjangan sertifikasi yang sudah diatur oleh pemerintah,” imbuhnya.

Durahman berharap,  ke depannya smart village ini bisa dirasakan betul manfaatnya oleh semua masyarakat Tangsel khususnya warga Ciputat Timur dan ada perubahan yang signifikan dari segala aspek.

“Karena jika kita ingin memajukan suatu daerah maka yang pertama harus ditekankan adalah membangun sumber daya manusianya jadi, sedikit-sedikit dirubah paradigma warga yang masih malas untuk menuntut ilmu,” tandasnya.

Peresmian Desa Cerdas atau Smart Village Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada saat itu dilakukan oleh Menteri Desa Pembangunan daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Eko Putro Sandjojo, Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, Ketua Pergerakan Indonesia Maju (PIM) Din Syamsudin. (nov)