PEMBUKAAN - Presiden Acer Pan Asia PAasifik Andrew Hou dan Presiden Direktur Acer Indonesia Herbet Ang saat membuka Grand Final APAC (Asia Pacific) Predator League.

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Hari ini turnamen eSport APAC (Asia Pacific) Predator League 2018 telah memasuki babak grand final. Dalam laga grand final ini, ada 8 tim yang akan bertanding mewakili 8 negara di atrium Mall Taman Anggrek, Jakarta. Boom.ID (Indonesia), Signify (India), Geek Fam (Malaysia), Alpha Red (Thailand), Azure eSport (Hong Kong), Ten Twenty (Singapura), Quod Pro Quo (Filipina), dan We Say No! (Sri Lanka) akan berebut predikat terbaik dalam akhir dari turnamen yang sudah dimulai sejak Oktober lalu.

Turnamen yang memperebutkan total hadiah USD150.000 (Rp2 miliar) dan game DOTA 2 tersebut menjadi ajang esport internasional pertama Acer. Meskipun terlambat, President Acer APAC Andrew Hou menuturkan responsnya sangat bagus.

“Kami mengakui kami sedikit terlambat dalam terjun ke industri gaming, tapi momennya masih sangat pas. Kehadiran kami juga sangat penting untuk memeprkuat ekosistem esport di kawasan Asia Pasifik,” ungkap Andrew.

Tak menyebutkan angka secara detil, Andrew mengatakan bisnis Acer bertumbuh 20 persen tahun lalu lewat kontribusi industri perangkat gaming. Pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah ajang pertama Acer ini disebut berasal dari niat keras Presiden Direktrur Acer Indonesia Herbert Ang.

Saat ditanya alasannya mengusung game DOTA 2 dalam ajang pertama mereka, Andrew menyebutkan hal ini berdasarkan pertimbangan game yang paling populer di region Asia Pasifik.

“Tahun depan kemungkinan besar kami akan mengusung 2 judul game yang dijadikan turnamen, kita lihat nanti game apa. Di 2019 Acer berenca melanjutkan turnamen Predator League tapi dengan jumlah negara peserta lebih banyak, dan Thailand akan menjadi tuan rumah Acer Predator League 2019,” beber Andrew.

Dari tahun ke tahun, pasar eSport terus mengalami pertumbuhan. Berdasarkan laporan SuperData, eSport menghasilkan 1,5 miliar dolar AS pada 2017 lalu. Pendapatan global eSport diprediksi tumbuh 26 persen pada 2020 mendatang dengan menarik lebih banyak penonton. Kenaikan ini akan didorong oleh peningkatan penonton yang diprediksi tumbuh 12 persen tiap tahun dan meningkatkan sejumlah investasi dari pihak ketiga. (grd)