JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Pemerintah terus melanjutkan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di tahun 2018. Provinsi Riau akan menjadi tempat pertama pelaksanaan Program PSR tahun ini, yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Februari. Adapun kebun rakyat yang akan diremajakan di Riau tersebar di 5 kabupaten, yaitu: Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak dan Pelalawan.

Tahun lalu, pemerintah telah melaksanakan Program PSR di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan seluas 4.446 hektar dan Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara seluas 9.109 hektar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, program peremajaan sawit sangat diutamakan untuk meningkatkan produktivitas yang sudah ada. Pasalnya dari 4,7 juta hektar kebun kelapa sawit rakyat, sekitar 2,7 juta hektar perlu diremajakan. “Program peremajaan sawit rakyat ini sangat penting. Pemerintah ingin membantu rakyat dan bukan mempersulit rakyat,” ungkap Darmin saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Peremajaan Sawit Rakyat di Jakarta, Jumat (19/1).

Hadir dalam rapat tersebut Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Gubernur Provinsi Riau Arsyadjuandi Rahman, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang, Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sigit Hardwinarto dan pejabat kementerian/lembaga terkait.

Tahun 2018, lanjut Darmin, pemerintah menargetkan Program PSR seluas 185 hektar di 20 provinsi. Dengan cakupan sebesar itu, pemerintah mengharapkan nilai tambah produktivitas sebesar Rp125 triliun pertahun. “Setahun targetnya 185 ribu, dengan target 11-20 ribu hektar lahan sawit tiap kali launching,” tutur Darmin. (son)