RAPAT PENGURUS - Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman, saat memimpin pertemuan terkait pengelolaaan Museum Perjuangan Marjono, di kantor Balaikota Bogor.

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Pemerintah Kota Bogor akan mengambil alih kepengurusan dan pengelolaan Museum Perjuangan Marjono, yang berlokasi di Jalan Raya Merdeka, Kota Bogor. Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman, mengatakan, pengambilalihan tersebut dilakukan karena pihak pengelola museum sebelumnya telah resmi mengundurkan diri.

“Surat pengunduran diri dari Ketua Yayasan Marjono, selaku pengelola Museum itu sudah saya terima. Untuk itu hari ini saya harus segera menindaklanjutinya dengan menggelar acara pertemuan rapat ini,” kata Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman, usai memimpin rapat bersama Pengurus Yayasan Museum Perjuangan Bogor, di kantor Balaikota Bogor, Selasa, (23/01).

Pertemuan yang membahas masa depan kepengurusan dari Museum Perjuangan Bogor tersebut tampak juga dihadiri Dandim 0606 Kota Bogor, Doddy Suhadiman, perwakilan dari Korem 061 Suryakancana, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Shahlan Rasyidi, dan pengurus DK3B Kota Bogor.

Usmar menyampaikan, sejak 2010, saat dirinya masih menjabat di DPRD Kota Bogor ia sudah diminta untuk membantu membenahi museum perjuangan Bogor. Permintaan tersebut dipenuhi sampai akhirnya Museum Perjuangan mendapat bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Namun pada 2013 karena regulasi berubah Museum Perjuangan sulit mendapatkan bantuan sehingga berjalan dengan kemampuannya sendiri.

Diakui Usmar pihaknya sudah mengindentifikasi kebutuhan-kebutuhan pengelolaan manajemen lebih baik lagi, karena Museum perjuangan merupakan bukti sejarah untuk anak cucu generasi penerus. “Di museum itu banyak tersimpan bukti sejarah perjuangan warga Bogor, bangsa dan NKRI. Kami sebagai pemrintah daerah tentu sangat menghargai perjuangan dari Pak Marjono. Sebab beliau ini satu-satunya orang yang sangat peduli terhadap museum,” ujar Usmar.

Meski demikian ia telah resmi membuat surat pernyataan untuk mengundurkan diri, sehingga Pemkot Bogor harus bisa meneruskan apa yang telah dilakukannya. “Dalam rapat ini intinya kami (ingin menerima masukan-masukan apa dan harus bagaimana Museum Perjuangan ini kedepannya,” jelas Usmar.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga akan dibahas rencana dirumuskannya secara bersama kepengurusan kedepan agar bisa menghasilkan kepengurusan yang betul-betul bagus. Apakah kedepannya Museum perjuangan akan berbentuk yayasan atau bentuk lain. Itu yang akankita kaji dengan melihat paying hukumnya,” pungkasnya. (bas)