TANGERANG (Bisnis Jakarta) – Dalam rangka penanganan kemacetan secara berkelanjutan di wilayah Jabodetabek, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) terus berupaya mengajak masyarakat beralih ke angkutan umum. Salah satunya melalui layanan Jabodetabek Residence Connexion (JR Connexion). “Untuk untuk saat ini kita baru operasikan 300 bus, dan untuk jangka panjang sudah disiapkan 1.000 unit bus,” kata Kepala BPTJ Bambang Prihantono saat Flag off JR Connexion di Tangerang, Rabu (24/1).

Sebelumnya, BPTJ sudah melakukan uji coba bus pada sejumlah rute dalam rangka mengadaptasikan agar masyarakat beralih menggunakan bus dari daerah penyanggah menuju Jakarta atau sebaliknya. Terakhir, BPTJ mengembangkan layanan JR Connexion dengan melakukan ujicoba rute dari Summarecon Mall Serpong (SMS) ke FX Sudirman dan Mall Ciputra Jakarta.

Bambang berharap, banyaknya pemukiman baru di daerah penyanggah harus diikuti dengan integrasi transportasi massal agar masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi dengan angkutan massal. Ia memastikan semua pusat permukiman hingga pusat perkantoran nantinya terus dihubungkan dengan transportasi umum demi mengejar target moda share 50 persen.

Bambang berharap, upaya yang dilakukan ini bagian dari target moda share atau proporsi penggunaan transportasi umum masyarakat di wilayah Jabodetabek sebesar 50 persen. “Sekarang moda share baru 24 persen, padahal targetnya 50 persen harus sudah tercapai pada 2019,” kata Bambang.

Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah menggenjot pembangunan sejumlah sarana transportasi. Sebab, nanti orang yang ingin naik transportasi umum komplain jika ternyata sarananya belum lengkap.

Sementara itu Dirut Royal Platinum sebagai pengelola bus Asmat Machmud mengatakan, pihaknya siap dengan armada berapapun diperlukan. Untuk sementara ini, kata dia, pihaknya menyiapkan bus ukuran sedang, dan nantinya kalau animo masyarakat meningkat, tentu akan disiapkan bus ukuran besar. (son)