Manfaatkan Limbah Ampas Tahu, Mailinda, Juara  Dunia Creativepreneur di Malaysia

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Maulida Aulia Rezki, mahasiswa Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (FEM-IPB) belum lama ini berhasil dinobatkan sebagai juara creativepreneur ,  Global Entrepreneur Community, di Convention Center Hall, Kuala Lumpur Malaysia.

“Sukur Alhamdulillah berkat doa dan dukungan dari semua pihak, saya akhirnya terpilih menjadi juara di ajang Internasional Pengusaha Muda Kreatif, Global Entrepreneur Community,  di Kuala Lumpur, Malaysia. Tidak hanya itu, saya juga terpilih menjadi Youngpreneur Ambassador Pengusaha Kampus dari 50 delegasi pengusaha muda yang mewakili Indonesia,” kata Maulida Aulia Rezki, di kampus IPB, Rabu, (24/01).

Pada ajang yang dihadiri 5.000 pengusaha muda dari seluruh dunia itu, Maulida berhasil mempresentasikan dan memperkenalkan produknya kepada seluruh pengusaha muda di dunia.

Penghargaan creativepreneur diberikan kepada Maulida atas inovasi produk pangan yang dibuat, yaitu Roti Cane berbahan dasar tepung ampas tahu. “Biasanya kan roti Cane ini terbuat dari tepung terigu. Tapi roti produk saya ini berbeda, yakni dengan memanfaatkan ampas tahu sebagai bahan bakunya yang merupakan limbah dari pembuatan tahu yang kemudian dijadikan tepung untuk menggantikan tepung terigu,” taranya.

Menurut Maulida, ampas tahu bahan roti Canenya itu ia peroleh dari desa penghasil tahu, pusat pembuatan tahu di Bogor, yaitu Desa Bojong Sempu, Desa Parung, Kabupaten Bogor. “Produsen tahu di wilayah tersebut biasanya hanya memanfatkan limbah (ampas) tahu itu untuk campuran pakan ternak, atau membuangnya begitu saja ke sungai. Tentu saja limbah itu kalau terus dilakukan terus menerus dapat menimbulkan masalah lingkungan,” ungkapnya.

Dilatar belakangi hal itulah maka Maulida bersama teman-temannya di IPB mulai Oktober 2017 tergerak untuk membuat inovasi pangan istimewa berupa roti Cane yang berasal dari limbah ampas tahu dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan ekonimi masyarakat, khususnya di daerah Bojong Sempu, Kabupaten Bogor.  “Saya menerapkan prinsip tiga pilar, yaitu People, Profit dan Planet. People, saya mencoba membantu masyarakat setempat meningkatkan perekonomian. Profit, mendapatkan keuntungan dari penjualan dan Planet yaitu menyelamatkan planet dengan memanfaatkan limbah yang tidak dimanfaatkan menjadi bernilai,” terang Maulida. (bas)