JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Astragraphia Document Solution meluncurkan sebuah printer high-end terbaru mereka yang ditujukan untuk kalangan profesional. Iridesse Production Press, dengan print engine enam warna ditargetkan terjual sepuluh unit tahun ini. MenurutDirektur PT Astragraphia Tbk, Arifin Pranoto, jumlah tersebut dinilainya sangat relevan mengingat harga jualnya sekitar Rp4-4,5 miliar. “Sasaran kami tetap pelanggan sebelumnya. Jika tahun ini sukses mencapai target tersebut, maka di tahun berikutnya akan berkembang lagi,” ungkapnya dalam peluncuran produk di Jakarta, Kamis (25/1).

Keunggulan printer ini memiliki kemampuan mencetak warna-warna spesial termasuk metalik dengan metode single pass, menggunakan tambahan hingga dua dry ink spesial warna emas, silver, bening, dan putih.

Berbekal single-pass print engine enam warna yang baru dikembangkan, Iridesse Production Press dapat mencetak gambar memukai dengan proses cetak warna xerographic menggunakan hingga dua dry ink spesial warna emas, silver, bening (spot UV) sebagai tambahan dari tinta umum yang berwarna cyan, magenta, yellow, dan black (CMYK).

Selain itu, dry ink putih juga akan ditambhakan pada jajaran dry ink spesial untuk mengakomodasi percetakan pada kertas berwarna gelat maupun kertas spesial lain. Dibandingkan dengan printer yang menggunakan tinta konvensional CMYK, dry ink spesial ini dapat memperluas berbagai ekspresi, menghasilkan hasil akhir yang premium, sehingga dapat menambah nilai pada aktivitas marketing.

Printer yang baru saja diluncurkan ini memungkinkan lapisan dry ink CMYK untuk diproses di atas lapisan dry ink spesial. Begitu pula sebaliknya, dry ink spesial dapat diproses di atas lapisan dry ink CMYK, seperti produk sebelumnya, yaitu Color 1000i Press. Jika printer konvensional lain harus menggambungkan tinta silver untuk menhasilkan tinta metalik, produk baru ini mampu mencetak beberapa warna metalik secara langsung dalam satu proses cetak.

Standar warna yang ada di produk ini adalah Pantone+Metallic dan Pantone+Premium Metallic, yaitu warna-warna metalik yang umumnya digunakan di industri percetakan. Dengan memanfaatkan pilihan warna ini, operator dapat memproduksi kembali warna-warna yang mirip dengan warna pada Pantone metalik pada material cetak hanya dengan mendesain kode warnyanya.

Latar belakang konsumen yang beragam membuat konsumen harus dapat menyesuaikan penggunaan teknik pencetakannya. Tidak hanya mengandlkan pecetakan offset konvensional yang dapat memproduksi pekerjaan high-volume, kebanyakan bisnis sekarang memilih on-demand printing, dengan waktu yang lebhi singkat untuk menyelesaikan sejumlah catalog, manual, dan material iklan.

Offset printing memerlukan waktu dan biaya untuk membuat plat, menyesuaikan warna, dan proofreading, sedangkan digital printing dapat memproses pekerjaan dengan waktu dan biaya yang lebih singkat serta nilai tambahan pada materi cetak. Meningkatkan nilai produk cetak melalui penggunaan peraltan modal mereka seperti printer digial, sangat penting bagi perusahaan percetakan untuk mengembangkan bisnis mereka.

 “Sebagai pemimpin di industri, Astragraphia dan Fuji Xerox terus mengembangkan jajaran produknya agar dapat berkontribusi pada kemajuan bisnis pelanggan. Menggunakan teknologi terdepan, kami memastikan inovasi-inovasi yang kami hadirkan dapat mendorong perkembangan di industri secara menyeluruh, mulai dari pemilik usaha grafika hingga konsumen,” tambah Arifin Pranoto.

Acara peluncuran Iridesse Production Press oleh Astragraphia turut didukung oleh Uchida Yoko Global Limited, PT Karyaterang Sedati dengan brand Camel Digiprint, dan PT Surya Palacejaya. (grd)