TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Organisasi Mahasiswa dan Pemuda (KOMPI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (26/1) melakukan aksi demonstrasi di depan Balaikota setempat. Mereka mendesak Walikota segera melengserkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukanta. “Walikota harus berani mencopot Kadishub Tangsel,” ungkap Koordinator aksi, Shibago Tulloh.

Ada tiga suara tuntutan yang disampaikan mahasiwa pada aksi tersebut. Pertama, terendus dugaan suap pada proyek konsultan jasa pengawasan pembangunan Terminal Pondok Cabe di Pamulang dari APBD 2015 senilai hampir Rp500 juta.

Tuntutan kedua, kasus alih fungsi lahan Terminal BSD yang saat ini telah menjadi lahan parkir komersil. Alih fungsi itu tidak diatur dalam peraturan daerah ataupun peraturan walikota. Ketiga, biaya besar yang harus dirogoh oleh pengusaha parkir dalam proses mengurus rekomendasi pengelolaan lahan parkir. Pendemo melihat ada kegiatan pungutan luar dan bermuara di Dishub Kota Tangsel. “Airin harus melakukasi evaluasi terhadap anak buahnya yang melakukan konspirasi busuk berupa suap dan pungli,” tandasnya.

Menurut Shibago, perilaku buruk yang dilakukan para oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Tangsel dapat menghambat geliat pembangunan daerah. “Karena pembangunan yang berjalan tidak sebanding dengan sistem pelayanan yang ada. Jika tuntutan kami tidak dianggap. Kami akan datang dengan massa yang lebih banyak,” ancamnya. (nov)