TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Bangunan sekolah SD Rawa Buntu 03, Serpong kota Tangerang Selatan (Tangsel), dinilai tidak layak pakai. Karena itu meski sudah selesai sejak tahun 2015 lalu namun pihak sekolah menolak serah terima kunci dari kontraktor. “Gedung selesai dibangun sekitar akhir tahun 2014, namun kami tidak mau serah terima kunci karena kondisi bangunan yang dibuat kontraktor memprihatinkan,” ungkap Kepala SD Negeri 03 Rawa Buntu Endang Supriyatna.

Lebih lanjut Endang mengatakan, bila sekolahnya pernah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan setempat menjadi sekolah percontohan. Karena itu, pada 2013 sekolahnya mendapat bantuan dari pemda setempat berupa pembangunan gedung tiga lantai. Namun bangunan di lantai tiga sekolahnya belum bisa difungsikan karena kondisi bangunan sangat mengkhawatirkan. Apalagi kalau hujan kerap bocor dan airnya merembes hingga lantai bawah. “Yang bikin khawatir itu, kalau ada angin kencang gedung terasa goyang apalagi pasca gempa kemarin, buku-buku di perpustakaan berantakan,” imbuhnya.

Endang menambahkan, SD Negeri 03 Rawa Buntu, Serpong ini memiliki luas tanah 4.000 meter persegi serta menampung siswa sebanyak 1.049 orang dengan total ruang kelas sebanyak 30 ruangan. “Yang bisa digunakan hanya 21 ruangan, di lantai satu dan dua digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Dan rencananya, gedung lantai tiga akan difungsikan sebagai ruang serbaguna, perpustakaan, dan mushola tapi hingga sekarang belum bisa dipakai karena tidak layak,” jelasnya.

Dengan kondisi gedung sekolah yang dinilai tidak layak itu, Endang berharap Pemkot Tangsel segera memperbaiki konstruksi gedung sekolah menjadi layak dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. “Kami berharap Pemkot Tangsel dapat memberikan bangunan yang layak. Sehingga siswa maupun guru dapat melakukan kegiatan belajar mengajar dengan nyaman,” pungkasnya. (nov)